Senin, 14 Mei 2012

Ribathul ukhuwwah

Ribatul ukhuwwati yajma'una wa yudzkibina 'izzatal muslimi
( hanya ikatan Ukhuwwah pemersatu kita, penajam dan penguat izzah seorang muslim )

Jumat, 04 Mei 2012

Nikmatnya Jadi 'Ikhwah Baru Ngaji'

Ingatkah kalian kepada semangat itu? Ghiroh yang menggebu disaat langit biru menyapu? Ingatkah kalian kepada cinta itu? merajut cinta dalam lingkaran rindu nan syahdu? dan ingatkah kalian kepada angin yang meniupkan debu dan menjadikannya berlalu…? (NTA)
Inget ga kalian ketika jaman-jamannya ‘baru ngaji’ ?
Tiap mau berangkat semangatnya luar biasa. seakan halangan dan rintangan yang menerjang di terobos.. :p (bahasanya lebay)

hal itu yang ku lihat dari mentee-mentee salah seorang sahabat yang kebetulan menyuruhku mengisi karena beliau berhalangan hadir. di raut wajahnya terlihat 1000 semangat menuntut ilmu. ya, hanya janji Allah-lah yang mereka kejar. ketika anak-anak seusianya lelah setelah seharian belajar disekolah, namun mereka masih menyempatkan diri untuk menuntut ilmu akhirat.

Semangat kalian mengingatkanku akan beberapa waktu silam. disaat ghiroh itu begitu menggebu. disaat iman dan ukhuwah begitu eratnya.

hmm… ingatkah kawan akan waktu itu? waktu pertama kita bertemu di lingkaran halaqoh itu? ingatkah janji Tuhanmu? Janji bahwa Allah akan menolong kita selagi kita menolong agama-Nya.
dan semoga, kita terus merasa sebagai ‘ikhwah baru ngaji’ agar semangat kita terus terbarui :)

teruntuk saudariku,
dan semua ukhty MILITAN yang ada di seluruh sudut Bumi Allah.. :)

Kamis, 03 Mei 2012

"Stay Hungry, Stay Foolish"

“Stay hungry, stay foolish.”

tulisan tangan sederhana dengan berguratkan spidol hitam itu yang pertama saya lihat ketika mengunjungi kamar kosan teman saya. sempat merasa ‘aneh’ dengan tulisan yang cukup ‘tidak biasa’ itu. ya, teman saya yang satu ini memang cukup (bisa dibilang) unik. wajahnya sangat polos, dan apa adanya.

Pertama saya mengenalnya ketika saat itu kami sama-sama berstatus ‘MABA’ Mahasiswa Baru kimia ui 2011. ia cukup ramah, dan supel. dengan logat khasnya yang ‘ke-padang-padangan’, membuat dirinya mudah diingat orang lain.

AMILAH. ya, hanya satu kata namanya. Seorang mahasiswi baru dari SMAN padang nan jauh dimato. impiannya sangat besar, ia ingin melanjutkan studi ke Jerman. baru ku temui seorang teman yang sangat percaya dan yakin akan semua mimpi-mimpinya. seseorang yang tidak sungkan menceritakan semua mimpinya agar orang lain tau dan ikut termotivasi sepertinya. seseorang yang sungguh polos, terbuka, dan apa adanya.

awalnya saya sempat tertawa membaca tulisan ‘Stay hungry, stay foolish’ yang ia pajang tepat ditembok depan pintu kamar kosannya. sudah lebih dari 5 kali mungkin tiap saya datang ke kamar kosannya, hanya tulisan itu yang ‘lagi-lagi’ saya baca dan ‘lagi-lagi’ saya hanya bisa tersenyum kecil dan bertanya kepadanya, “maksud tulisan itu apa ami? kok tetap lapar, tetap bodoh?” dan, lagi-lagi ia tidak menjawab dan hanya melemparkan senyuman kecil dari wajah polosnya.

hmm, ami…

ditembok kamarnya pun banyak tempelan-tempelan khas yang ia buat tentang mimpi-mimpinya, ia buat dengan guratan tangannya sendiri. tulisan yang agak berantakan namun tegas dan jelas dengan tinta hitamnya yang sederhana. sampai ada gambar mata bayi yang lucu yang ia tempel ditemboknya. sungguh unik ami ini…

Sampai ketika suatu saat, saya melihat ada sebuah note yang di-tag kepada teman saya lewat facebook dari fakultas lain. maaf kalo saya kepo dengan note itu hehe.. mengapa saya kepo? karena saya melihat ada tulisan ‘stay hungry, stay foolish’ persis seperti tulisan di tembok ami. mumpung note itu bisa dilihat oleh umum, otomatis penulisnya pasti ingin berbagi pengetahuan kan? :D

akhirnya saya bacalah note itu..
SubhanAllah, ternyata ada makna dari kata ‘Stay hungry, stay foolish’ itu!
hal ini meruntuhkan anggapan saya bahwa amilah itu polos. hmm mungkin tampangnya aja kali ya yang polos, ternyata ia punya arti dan maksud tersendiri.
kurang lebih isi note itu begini:
Ini adalah tidak lebih seklumit pidato berkesan dari Steve Jobs yang akan sarat akan makna. Seklumit isi namun segunung makna positif. Ini adalah pidato yang mengharubirukan raut muka wisudawan Stanford University. Tampak muka wisudawan tidak bisa bohongi, mereka menangis haru mendengar ketulusan pesan Steve jobs.
Pidato ini berjudul Stay Hungry, Stay Folish –

Saya merasa bangga berada bersama Anda sekarang, yang akan segera lulus dari salah satu universitas terbaik di dunia. Saya tidak pernah selesai kuliah. Sejujurnya, baru saat inilah saya merasakan suasana wisuda. Hari ini saya akan menyampaikan tiga cerita pengalaman hidup saya. Ya, tidak perlu banyak. Cukup tiga.
Cerita Pertama: Menghubungkan Titik-Titik Saya drop out dari Reed College setelah semester pertama, namun saya tetap berkutat di situ sampai 18 bulan kemudian, sebelum betul-betul putus kuliah. Mengapa saya drop out? Kisahnya dimulai sebelum saya lahir. Ibu kandung saya adalah mahasiswi belia yang hamil di luar nikah dan memutuskan untuk menyerahkan saya untuk diadopsi.
Dia bertekad bahwa saya harus diadopsi oleh keluarga sarjana, jadi segala sesuatunya pun dipastikan bagi saya untuk diadopsi semenjak lahir oleh seorang pengacara dan istrinya. Kecuali bahwa, sewaktu saya lahir, pada saat-saat terakhir mereka memutuskan bahwa mereka sungguh menginginkan seorang anak perempuan. Maka orang tua saya sekarang, yang ada di daftar tunggu, mendapatkan telepon larut malam dari seseorang: “kami punya bayi laki-laki yang batal diadopsi; apakah Anda berminat? Mereka menjawab: “Tentu saja.” Ibu kandung saya lalu mengetahui bahwa ibu angkat saya tidak pernah lulus kuliah dan ayah angkat saya bahkan tidak tamat SMA. Dia menolak menandatangani perjanjian adopsi. Sikapnya baru melunak beberapa bulan kemudian, setelah orang tua saya berjanji akan menyekolahkan saya sampai perguruan tinggi.
Dan, 17 tahun kemudian saya betul-betul kuliah. Namun, dengan naifnya saya memilih universitas yang hampir sama mahalnya dengan Stanford, sehingga seluruh tabungan orang tua saya––yang hanya pegawai rendahan––habis untuk biaya kuliah. Setelah enam bulan, saya tidak melihat manfaatnya. Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan dalam hidup saya dan bagaimana kuliah akan membantu saya menemukannya. Saya sudah menghabiskan seluruh tabungan yang dikumpulkan orang tua saya seumur hidup mereka. Maka, saya pun memutuskan berhenti kuliah, yakin bahwa semua itu akan berjalan baik-baik saja. Saat itu rasanya agak menakutkan, namun menoleh ke belakang, itu merupakan keputusan terbaik yang pernah saya ambil.Begitu drop out, saya langsung berhenti mengambil kelas wajib yang tidak saya minati dan mulai mengikuti perkuliahan yang tampaknya menarik.
Masa-masa itu tidak selalu menyenangkan. Saya tidak punya kamar asrama sehingga menumpang tidur di lantai kamar teman-teman saya. Saya mengembalikan botol Coca Cola agar dapat pengembalian 5 sen untuk membeli makanan. Saya berjalan 7 mil melintasi kota setiap Minggu malam untuk mendapat makanan enak di kuil Hare Krishna. Saya menikmatinya. Dan banyak yang saya temui saat itu karena mengikuti rasa penasaran dan intuisi, ternyata kemudian sangat berharga. Saya beri Anda satu contoh:
Reed College mungkin waktu itu adalah yang terbaik di AS dalam hal kaligrafi. Di seluruh penjuru kampus, setiap poster, label, dan petunjuk ditulis tangan dengan sangat indahnya. Karena sudah drop out, saya tidak harus mengikuti perkuliahan normal. Saya memutuskan mengikuti kelas kaligrafi guna mempelajarinya. Saya belajar jenis-jenis huruf serif dan san serif, membuat variasi spasi antar kombinasi kata dan kiat membuat tipografi yang hebat. Semua itu merupakan kombinasi cita rasa keindahan, sejarah dan seni yang tidak dapat ditangkap melalui sains. Sangat menakjubkan.
Saat itu sama sekali tidak terlihat manfaat kaligrafi bagi kehidupan saya. Namun sepuluh tahun kemudian, ketika kami mendesain komputer Macintosh yang pertama, ilmu itu sangat bermanfaat. Mac adalah komputer pertama yang bertipografi cantik. Seandainya saya tidak drop out dan mengambil kelas kaligrafi, Mac tidak akan memiliki sedemikian banyak huruf yang beragam bentuk dan proporsinya. Dan karena Windows hanya menjiplak Mac, maka kemungkinan tidak ada komputer personal yang memilikinya. Andaikata saya tidak drop out, saya tidak berkesempatan mengambil kelas kaligrafi, dan komputer personal tidak memiliki tipografi yang indah. Tentu saja, tidak mungkin merangkai titik-titik itu ke depan sewaktu saya masih kuliah. Namun, menjadi sangat, sangat jelas saat menoleh ke belakang setelah sepuluh tahun kemudian.
Sekali lagi, Anda tidak akan dapat merangkai titik dengan melihat ke depan; Anda hanya bisa melakukannya dengan merenung kembali ke belakang. Jadi, Anda harus percaya bahwa titik-titik Anda bagaimana pun akan terangkai di masa yang akan datang. Anda harus percaya pada suatu hal— naluri, takdir, jalan hidup, karma Anda, atau apa pun istilah lainnya. Pendekatan ini efektif dan membuat banyak perbedaan dalam kehidupan saya.
Cerita Kedua Saya: Cinta dan Kehilangan Saya beruntung karena saya menemukan apa yang saya sukai sejak masih muda. Woz dan saya mengawali Apple di garasi orang tua saya ketika saya berumur 20 tahun. Kami bekerja keras dan dalam 10 tahun Apple berkembang dari hanya kami berdua menjadi perusahaan 2 milyar dolar dengan 4000 karyawan. Kami baru meluncurkan produk terbaik kami—Macintosh—satu tahun sebelumnya, dan saya baru menginjak usia 30. Dan saya dipecat.
Bagaimana mungkin Anda dipecat oleh perusahaan yang Anda dirikan? Ya, seiring pertumbuhan Apple, kami merekrut orang yang saya pikir sangat berbakat untuk menjalankan perusahaan bersama saya. Dalam satu tahun pertama atau kira-kira seperti itu, semua berjalan lancar. Namun, kemudian muncul perbedaan dalam visi kami mengenai masa depan dan akhirnya kami gagal. Dewan komisaris ternyata berpihak padanya. Beritanya tersiar di mana-mana. Demikianlah, di usia 30 saya tertendang. Apa yang menjadi fokus sepanjang masa dewasa saya, tiba-tiba sirna. Sungguh menyedihkan.
Dalam beberapa bulan kemudian, saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan. Saya merasa telah mengecewakan banyak wirausahawan generasi sebelumnya—saya gagal mengambil tongkat ketika itu sampai kepada saya. Saya bertemu dengan David Packard dan Bob Noyce dan meminta maaf atas keterpurukan saya. Saya menjadi tokoh publik yang gagal, dan bahkan berpikir untuk lari dari lembah itu . Namun, sedikit demi sedikit semangat timbul kembali—saya masih menyukai pekerjaan saya. Apa yang terjadi di Apple sedikit pun tidak ada yang berubah. Saya telah ditolak, namun saya tetap cinta. Maka, saya putuskan untuk mulai lagi dari awal. Waktu itu saya tidak melihatnya, namun belakangan baru saya sadari bahwa dipecat dari Apple adalah kejadian terbaik yang pernah menimpa saya. Beban berat sebagai orang sukses tergantikan oleh keleluasaan sebagai pemula, kurang pasti akan segala sesuatunya. Hal itu membebaskan saya untuk masuk pada periode paling kreatif dalam hidup saya.
Dalam lima tahun berikutnya, saya mendirikan perusahaan bernama NeXT, lalu Pixar, dan jatuh cinta dengan wanita istimewa yang kemudian menjadi istri saya. Pixar bertumbuh menjadi perusahaan yang menciptakan film animasi komputer pertama, Toy Story, dan sekarang merupakan studio animasi paling sukses di dunia. Melalui rangkaian peristiwa yang menakjubkan, Apple membeli NeXT, dan saya kembali lagi ke Apple, dan teknologi yang kami kembangkan di NeXT menjadi jantung bagi kebangkitan kembali Apple. Dan, Laurene dan saya memiliki keluarga yang luar biasa.
Saya sangat yakin tidak satu pun dari hal di atas tidak terjadi bila saya tidak dipecat dari Apple. Obatnya memang pahit, namun saya kira pasien memerlukannya. Kadang-kadang kehidupan menimpakan batu-bata ke kepala Anda. Jangan kehilangan kepercayaan. Saya yakin bahwa satu-satunya yang membuat saya terus berusaha adalah karena saya menyukai apa yang saya lakukan. Anda harus menemukan apa yang Anda sukai. Dan itu sama berlakunya baik untuk pekerjaan maupun bagi orang yang mencintai Anda.
Pekerjaan Anda akan mengisi sebagian besar hidup Anda, dan kepuasan sejati hanya dapat diraih dengan mengerjakan sesuatu yang Anda percayai adalah pekerjaan yang hebat. Dan Anda hanya bisa hebat bila Anda mengerjakan apa yang Anda sukai. Bila Anda belum menemukannya, teruslah mencari. Jangan menyerah. Sebagaimana semua hal yang terkait dengan masalah hati Anda, Anda akan tahu bila Anda telah menemukannya. Sebagaimana halnya dengan hubungan hebat lainnya, semakin lama Anda semakin mesra dengannya. Jadi, teruslah mencari sampai Anda menemukannya. Jangan berhenti.
Cerita Ketiga Saya: Kematian Ketika saya berumur 17, saya membaca ungkapan yang kurang lebih berbunyi: “Bila kamu menjalani hidup seolah-olah hari itu adalah hari terakhirmu, maka suatu hari kamu akan benar.” Ungkapan itu membekas dalam diri saya, dan semenjak saat itu, selama 33 tahun terakhir, saya selalu melihat ke cermin setiap pagi dan bertanya kepada diri sendiri: “Bila ini adalah hari terakhir saya, apakah saya tetap melakukan apa yang akan saya lakukan hari ini?” Bila jawabannya selalu “tidak” dalam beberapa hari berturut-turut, saya tahu saya harus berubah. Mengingat bahwa saya akan segera mati adalah kiat penting yang saya temukan untuk membantu membuat keputusan besar. Karena hampir segala sesuatu—semua harapan eksternal, kebanggaan, ketakutan atau rasa malu atau kegagalan—semua hal ini akan sirna saat menghadapi kematian, hanya meninggalkan hal-hal yang secara hakiki adalah penting. Mengingat bahwa Anda akan mati adalah cara terbaik yang saya tahu untuk menghindari jebakan berpikir bahwa Anda akan kehilangan sesuatu. Anda sudah telanjang. Sama sekali tidak ada alasan untuk tidak mengikuti kata hati Anda.
Sekitar setahun yang lalu saya didiagnosis mengidap kanker. Saya menjalani pemindaian [scan] pukul 7:30 pagi dan hasilnya jelas menunjukkan saya mengidap tumor pankreas. Saya bahkan tidak tahu apa itu pankreas. Para dokter mengatakan kepada saya bahwa hampir pasti jenisnya adalah yang tidak dapat diobati. Harapan hidup saya tidak lebih dari tiga atau enam bulan. Dokter menyarankan saya pulang ke rumah dan membereskan segala urusan saya, yang merupakan sinyal dokter agar saya bersiap mati. Artinya, Anda harus menyampaikan kepada anak Anda dalam beberapa menit segala hal yang Anda rencanakan dalam sepuluh tahun mendatang. Artinya, memastikan bahwa segalanya diatur agar mudah bagi keluarga Anda. Artinya, Anda harus mengucapkan selamat tinggal.
Sepanjang hari itu saya menjalani hidup berdasarkan diagnosis tersebut. Malam harinya saya menjalani biopsi, mereka memasukkan endoskopi ke tenggorokan, lalu ke perut dan lambung, memasukkan jarum ke pankreas saya dan mengambil beberapa sel tumor. Saya dibius, namun istri saya, yang ada di sana , mengatakan bahwa ketika melihat selnya di bawah mikroskop, para dokter menangis mengetahui bahwa jenisnya adalah kanker pankreas yang sangat jarang, namun bisa diatasi dengan operasi. Saya dioperasi dan sehat sampai sekarang. Itu adalah rekor terdekat saya dengan kematian dan berharap ini adalah pengalaman terdekat saya hingga beberapa dekade lagi.
Setelah melalui pengalaman tersebut, sekarang saya bisa katakan dengan yakin kepada Anda bahwa kematian adalah hal yang berguna, namun secara murni dalam konsep intelektual:
Tidak ada orang yang ingin mati. Bahkan orang yang ingin masuk surga pun tidak ingin mati dulu untuk mencapainya. Namun, kematian pasti menghampiri kita. Tidak ada yang bisa mengelak. Dan, memang harus demikian, karena kematian adalah buah terbaik dari kehidupan. Kematian merupakan zat pengubah kehidupan. Dengannya maka yang tua menyingkir untuk digantikan yang baru. Saat ini Andalah yang barunya, namun kelak tidak terlalu lama dari sekarang, Anda akan perlahan-lahan menjadi tua dan disingkirkan. Maaf bila terlalu dramatis menyampaikannya, namun memang begitu.
Waktu Anda terbatas, jadi jangan sia-siakan dengan menjalani hidup orang lain. Jangan terperangkap dengan dogma—yaitu hidup bersandar pada hasil pemikiran orang lain. Jangan biarkan suara-suara pendapat orang lain menghanyutkan kata hati Anda. Dan yang terpenting, milikilah keberanian untuk mengikuti kata hati dan intuisi Anda, entah bagaimana sebenarnya hal-hal tersebut sudah tahu, sesungguhnya Anda ingin menjadi apa. Semua hal lainnya hanya nomor dua.
Ketika saya masih muda, ada satu penerbitan hebat yang bernama “The Whole Earth Catalog”, yang menjadi salah satu buku pintar generasi saya. Buku itu diciptakan oleh seorang bernama Stewart Brand yang tinggal tidak jauh dari sini di Menlo Park , dan dia membuatnya sedemikian menarik dengan sentuhan puitisnya. Waktu itu akhir 1960-an, sebelum era komputer dan desktop publishing, jadi semuanya dibuat dengan mesin tik, gunting, dan kamera polaroid. Mungkin seperti Google dalam bentuk kertas, 35 tahun sebelum kelahiran Google: isinya padat dengan tips-tips ideal dan ungkapan-ungkapan hebat.
Stewart dan timnya sempat menerbitkan beberapa edisi “The Whole Earth Catalog”, dan ketika mencapai titik ajalnya, mereka membuat edisi terakhir. Saat itu pertengahan 1970-an dan saya masih seusia Anda. Di sampul belakang edisi terakhir itu ada satu foto jalan pedesaan di pagi hari, jenis jalanan yang mungkin Anda lalui jika Anda suka bertualang. Di bawahnya ada kata-kata: ” Tetaplah Merasa Lapar. Tetaplah Merasa Bodoh” [Stay Hungry. Stay Foolish]. Itulah pesan perpisahan yang dibubuhi tanda tangan mereka. Tetaplah Merasa Lapar. Tetaplah Merasa Bodoh. Saya selalu mengharapkan diri saya begitu. Dan sekarang, karena Anda akan lulus untuk memulai kehidupan baru, saya harapkan Anda juga begitu. Tetaplah Merasa Lapar. Tetaplah Merasa Bodoh.
Sepintar apapun diri manusia bila  tidak dibarengi oleh keikhlasan dan belajar lagi malah menumpulkan kepekaan harga diri. Steve jobs mengajarkan makna kesederhanaan hakekat manusia, dimana terus tumbuh dan berkarya adalah suatu keharusan. Berkarya untuk tumbuh, tumbuh untuk berkarya.
SubhanAllah, mungkin sayalah yang polos.. bahkan pengetahuan umum saya belum banyak.

Ami„,

dibalik tempelan ‘unik’ di tembok kamar kosan kamu itu, mengandung makna penyemangat. ya, mungkin kamu ingin menyemangati dirimu sendiri. tapi, diri ini ikut merasakan semangat itu setelah tau maknanya.
mungkin semua tempelan-tempelan khas itu, mengandung makna yang dalam yang sampai saat ini hanya kamu dan Allah yang tau :D
(jujur penasaran makna tempelan gambar mata bayi yang lucu itu :p)
disana,
dikamar berukuran -+ 4x3 meter persegi itu,
kau menggoreskan mimpi-mimpimu,
semoga tercapai semua, aku turut mendoakan kamu teman… :’)

Minggu, 18 Maret 2012

Barakallahu lakuma..

Minggu, 18 Maret 2012

-------------------------------------------------


بارك الله لكما وبارك عليكما
وجمع بينكما في خير
بارك الله لكما وبارك عليكما
وجمع بينكما في خير

"Baraka Allahu Lakuma wa Baraka alaykuma
Wa jamaah baina kuma fi khoir."


SubhanAllah... sejuk sekali mendengar lagu yang di dendangkan oleh Maher Zain itu. seperti ikut merasakan kebahagiaan kak Yuli yang kemarin baru saja melangsungkan akad dan walimahan. MasyaAllah..
terlihat gurat-gurat pada wajah kak Yuli yang begitu bahagia karena Allah telah memberikan janji-Nya yang pasti.
ya, kak Yuli adalah teman satu 'lingkaran' ku dalam halaqah. tidak hanya teman, mungkin bisa dibilang seperti kakakku sendiri, karena ia pun menjadi teman 'ta'akhi' ku. usia kak Yuli memang lebih tua dariku (makanya aku memanggilnya kakak :))

Kurang lebih sudah beberapa bulan yang lalu kak Yuli dalam proses ta'aruf dengan pria (yang sekarang jadi suaminya, hihi :D) itu. hmmm, tapi kak Yuli tak pernah cerita kalau dia sedang proses. katanya sih, belum tentu berjodoh kalau sudah digembar-gemborkan (like your statement kak Yuli!)
tiba-tiba ketika jadwal kita 'melingkar' adalah silaturahim at our MR's house, kak Yuli memberikan sebuah surat undangan berwarna merah maroon bercampur keemasan yang begitu cantik. tertulis namaku di kotak nama penerima undangan. aaaaahhh kak Yuliiiii ternyataaaaaa... :') sontak kami semua tertegun dengan muka senyum-senyum (ngiri kali yaaa? hehe)


Yuliana & Imam Syafi'i
Ya, itulah tulisan yang tertulis didalam undangan tersebut (tertanda kedua calon mempelai)
berfikir ku dalam hati, ikhwan yang seperti apa yang mampu mendapatkan seorang kak Yuli yang sholehah dan lembut? pastilah dia ikhwan yang hebat! ikhwan yang bisa membawa kak Yuli ke surga bersama.. aamiin.. :)

Hari yang ditunggu-tunggu kak Yuli pun tiba. (180312)
dengan cuaca yang Alhamdulillah cerah dan tidak ada satupun halangan dalam prosesi ijab kabul. SubhanAllah..
tak ada rasa ragu si ikhwan untuk mengucapkan ijab kabul. karena mungkin Allah lah yang telah memantapkan niatnya untuk melengkapi setengah diennya. dengan sekali ucap ijab, Allah pun telah menghalalkan cinta mereka.cinta yang nantinya akan berbuah syurga, insyaAllah :)

suasana serba merah maroon, semerah hati mereka, semerah tekad mereka, semerah cinta mereka.. kami selaku teman seperjuangan turut berbahagia untukmu kak...
doakan kami cepat menyusul kakak :)
dan kami doakan kakak menjadi keluarga yang sakinah, mawadah, wa rohmah.
dan tetaplah istiqomah dijalan dakwah ini kak, semoga dengan terlengkapnya dien kalian Allah senantiasa menguatkan kaki-kaki kalian dalam menyerukan kalimah Allah di muka bumi.



Selamat kak Yuli,
kakak telah menemukan teman sejati dalam perjalanan suci :)
insyaAllah, sampai ke syurga...

Kamis, 23 Februari 2012

Click! My Photo Shoot: Cutie Cat :3

Selasa, 24 Januari 2012

Allah♥

Allah knows, while you know not :')

"But perhaps you hate a thing 
and it is good for you,
and perhaps you love a thing 
and it is bad for you.
And Allah knows, while you know not."

(Q.S.Al-Baqarah:216)


*tabassum :)

Senin, 23 Januari 2012

sabarlah wahai hati...



Aku lahir ke dunia atas izin-Mu
Lahirku saat Rasul dan sahabat telah tiada
Para tabi' dan tabi'in juga telah meninggalkanku
Zamanku adalah zaman pemerintahan islam tidak lagi berkuasa.
Aku terbit ditengah masyarakat islam.
Namun islam tiada lagi dalam hati dan hidup mereka.
Namun aku bersyukur karena masih ada lagi yang mau melihat islam bersinar semula.

Aku kuatkan azam untuk menyertai mereka.
Coba sedaya upaya menggerakkan generasiku yang telah lumpuh ini
Generasi seusiaku yang sakit.
Lalai dengan hiburan dan asyik memuaskan nafsu.
Sibuk dengan cinta yang penuh noda.
Aku takut aku lemah untuk membimbing mereka,
karena aku juga tidak sempurna.

Namun aku sadar bahwa tugas besar ini adalah wajib,
dan tidak memerlukan insan sempurna.
Karena tiada manusia yang terlepas dari dosa.
Dan tugasku adalah berusaha.
Gagal, jatuh, dicela, tak diterima itu perkara biasa.
Aku terus berdoa agar aku ditetapkan hati.
Bukan nilaian harta yang aku cari.
Bukan juga karena nama ingin dikenal sebagai insan yang baik dan mulia.
Cukuplah ridho-Mu sebagai harga.

Bantulah hamba-Mu ini...
Sadarkanlah semua generasiku ya RABB
Bangunkanlah semula ummat ini.
Aku yakin islam pasti kembali dan aku tak akan berhenti.


"Katakanlah, inilah jalanku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak kepada Allah dengan yakin, Maha Suci Allah, dan aku tidak termasuk orang-orang musyrik."
(Q.S.Yusuf:108)


(source: youtube)

Keutamaan Hari Jumat

"Sebaik-baik hari dimana matahari terbit adalah hari Jumat. pada hari itu Allah menciptakan Adam. pada hari itu juga Adam dimasukkan ke dalam surga, dan pada hari itu pula ia dikeluarkan dari surga, dan hari kiamat tidak akan terjadi kecuali pada hari jumat."

Hadits ini shahih. diriwayatkan oleh muslim, 854, dalam kitab Al-Jum'ah, Bab nomor 1; at-Tirmidzi, 488, dalam kitab Al-Jum'ah, Bab Ma Ja'a Fadhl Yaum Al-Jum'ah; an-Nasa'i, 3/90, dalam kitab Al-Jum'ah, Bab Dzikr Fadhl Yaum Al-Jum'ah.

Amal is like a flower

Minggu, 22 Januari 2012

ummi.. ibu.. mama.. :')

Your Mother
(yusuf islam)


Who should I give my love to?
My respect and my honor to
Who should I pay good mind to?
After Allah
And Rasulullah

Comes your mother
Who next? Your mother
Who next? Your MOTHER
And then your father
Cause who used to hold you
And clean you and clothes you
Who used to feed you?
And always be with you
When you were sick
Stay up all night
Holding you tight
That?s right no other
My mother

Who should I take good care of?
Giving all my love
Who should I think most of?
After Allah
And Rasulullah
Comes your mother
Who next? Your mother
Who next? Your mother
And then your father
Cause who used to hear you
Before you could talk
Who used to hold you?
Before you could walk
And when you fell who picked you up
Clean your cut
No one but your mother
My mother

Who should I say why close to?
Listen most to
Never say no to
After Allah
And Rasulullah
Comes your mother
Who next? Your mother
Who next? Your mother
And then your father
Cause who used to hug you
And buy you new clothes
Calm your head
And blow your nose
And when you cry
Who wiped your tears?
Knows your fears
Who really cares?
MY MOTHER

Say ALHAMDULILLAH
Thank you Allah
Thank you Allah
For my mother.

Sabtu, 21 Januari 2012

Click! My Photo Shoot: My Lovely Panda :3

pink (?)

iseng iseng

Sabtu, 14 Januari 2012

jejak si SALMAN (jejak 4: DSP, I'm Ready!)

November 2011

DSP! I'm Ready!

Proyek pertama untuk SALMAN adalah CAMAR (Cahaya Muharram). Merupakan acara untuk penyambutan tahun baru Hijriah. CAMAR kali ini berupa longmarch yang diadakan di sepanjang Jl. Sudirman - Bundaran HI.
"SubhanAllah... ini acara besar, nik!" ucapku pada diri sendiri.

Bismillah... semoga berjalan lancar

Syuro demi syuro pun dilaksanakan, alhamdulillah Allah memberikan kelancaran meskipun ada beberapa agenda acara yang diubah, tak apa mungkin Allah belum berkehendak.
Ku awali pergerakanku bersama Fatika untuk menyebar poster ke setiap halte di kampus UI-depok. Poster CAMAR yang telah kami beri double-tip, kak titin (kimia 2010) dan kak Dy fi (biologi 2008) pun ikut membantu memberi double-tip. Terima kasih kak Titin dan kak Dyfi :)
Meskipun hujan rintik-rintik yang menggoda kami untuk memanjakan diri, namun karena si 'amanah' memang sudah 'merengek' untuk segera kami laksanakan, kita pun menerjang gerimis serta jalanan kampus yang becek.
"gerimis sedikit insyaAllah tak akan membuat sakit kok, intanshurullaha yanshurkum" ucapku dalam hati.
Terima kasih Fatika yang ikut ujan-ujanan :D

Ternyata niat baik memang tidak selamanya di sambut baik oleh orang lain. Sehari setelah poster ditempel, ada beberapa poster di halte dan departemen yang hilang entah kemana. Mencoba tetap khusnudzon, mungkin posternya tertiup angin hingga terbang melalang buana entah kemana. Hidup memang keras!
Oh, no problem! Penuansaan dan publikasi banyak medianya, bung! Ada facebook dan twitter yang siap menuansakan CAMAR. Ya, kami para panitia sangat optimis, apalagi kak Nunu (biologi 2008) sebagai koorwat yang ga pernah capek jarkomin kami dan kak Rani yang mengkoordinasi anak-anak SMA dan LDK se-Jabodetabek untuk turut serta dalam CAMAR.
Semangat mereka membuat satu energi untuk kami.

Rupanya perjuangan kami tidak hanya sampai disini. Seminggu sebelum hari H, tepatnya tanggal 20 November 2011, kami meluncur ke Senayan untuk nge-danus mencari tambahan biaya untuk CAMAR. Alhamdulillah, hasilnya tak begitu mengecewakan. Hari itu pun diakhiri dengan hujan yang lumayan menyejukkan raga kami, setelah berpeluh berjualan gorengan dan makanan ringan berkeliling Gelora Bung Karno.


Dan, tanggal 27 November 2011 pun datang.
Selamat tahun baru 1 Muharram 1433H. Tahun baru semangat baru.
Begitu pula semangat para panitia yang tak pernah lelah. Kita berkumpul di halte MUI, dan sudah ada 2 buah metromini yang sedang dipanaskan dan ada 2 orang supir dan 2 orang kondektur yang sedang ngobrol-ngobrol di dekat metromini. Sebelum berangkat,para panitia berkumpul di lapangan parkir MUI untuk berdoa sebelum berangkat. Doa kami pun berakhir dengan kata "Aamiin..."

Kira-kira pukul 06:30 kami berangkat menuju Jl.Sudirman. Metromini ikhwan jalan lebih dahulu, lalu metromini akhwat menyusul dibelakang. Para akhwat tampak berpegangan erat, ya taulah kalo metromini jalan kayak apa :D
bak diatas roller coaster :p
Kira-kira 1 jam kemudian kami sampai di lokasi. ternyata sudah banyak peserta yang berkumpul disana. ada komunitas sepeda onthel, ada anak-anak SMA, dan ada juga LDK dari beberapa kampus di Jabodetabek. Cuaca yang cukup cerah dan tidak terlalu panas rupanya membuat kami makin bersemangat. Dengan mengumandangkan takbir dan lagu-lagu bertemakan Muharram, kala itu bundaran HI bak lautan yang dipenuhi para mujahid dan mujahidah. Indahnya...



Tak terasa, waktu cepat berlalu. Sebelum zuhur, kami sudah harus mengakhiri CAMAR. Tujuan untuk mensyiarkan dan memperingatkan tahun baru islam telah terlaksana. Ratusan pin Muharram pun telah habis disebarluaskan. Panitia pun dapat tersenyum dan pulang dengan hati gembira...

Alhamdulillah... misi terselesaikan...

Special thanks to Allah SWT and Rasulullah saw.
Thanks to :
kak Rani (koorwat DSP), kak Nunu (Koorwat camar), kak Maya, kak farid, Alif (P.O CAMAR), Fatika (publikasi), Fathan (publikasi), Sherly (dokumentasi), Anisa (bendahara), Eva, Desi, Wina, kak Rahmadani, kak Titin, kak Dyfi, dan semua kakak-kakak dan teman-teman yang ikut membantu ^_^

"Bila kita tidak memfokuskan energi pada pekerjaan besar, ia akan dihabiskan untuk mengurusi perkara remeh dan tercela."
(Solikhin Abu 'Izzudin dalam bukunya The Way To Win)

Jumat, 13 Januari 2012

jejak si SALMAN (jejak 3: Departemen itu Bernama DSP)

Oktober 2011


Seperti biasa, setiap hari, MUI tak pernah sepi dengan jama'ah sholatnya. Ah, suasana yang amat sejuk, ditemani pemandangan danau yang begitu tenang tepat disebelah selasar akhwat. Inilah suasana yang selalu ku rindukan. Seusai sholat ashar, nampak beberapa teman-teman SALMAN yang berjalan menuju ke arah ruang Sekretariat SALAM UI, oh rupanya mereka akan menuju aula selatan MUI yang letaknya berdekatan dengan ruang sekret. Aku pun melangkah ke aula selatan. Ya, hari ini memang menjadi hari yang ditunggu-tunggu para SALMAN.
Oh iya, SALMAN itu singkatan dari Salam Muda Mandiri. Jadi, para calon anggota SALAM yang ingin tau kerjanya SALAM ya harus ikutan jadi SALMAN. Istilah kerennya sih, SALMAN itu magangnya SALAM. Setelah kita memilih mau magang di departemen apa, kita benar-benar seperti anggota SALAM di departemen itu. Kita bisa ikut dalam berbagai rangkaian acara yang dirangkai oleh departemen tersebut.

"Apa?? Namaku terdaftar di DSP?" Fikirku, dengan sedikit kaget.
"Padahal aku nulis DSP pada urutan ketiga ketika mengisi daftar pilihan magang.." Gerutuku dalam hati.
Aku yang duduk di depan menengok kebelakang, mataku mencari-cari Fatika. Dengan senyuman ia melambaikan tangannya, sepertinya ia punya fikiran yang sama. Karena jarak kita lumayan jauh, aku bertanya padanya dimanakah ia magang dengan menggerakkan mulutku dengan lebih ekspresif agar ia mengerti apa yang aku maksud.

"...di DSP" ucapnya dengan bibir yang ekspresif tanpa suara.

SubhanAllah... Qodarullah... Ketemu Fatika lagi Fatika lagi..
Ya, mungkin inilah cara Allah untuk mengeratkan ukhuwah kami. Kami dipertemukan kembali dalam satu organisasi. Tak hanya ada Fatika, tapi juga ada Sherly. Aku, Fatika,dan Sherly ketika SMA tergabung dalam satu organisasi juga di JASCOM (Jagakarsa Community). Walaupun aku dan Fatika tidak satu SMA dengan Sherly, tapi kami cukup mengenal satu sama lain.
SubhanAllah... kami kembali dipertemukan dalam satu departemen yang sama-sama bukan pilihan pertama kami ^_^



November 2011


"....Para pejuang hijau, diharap kehadirannya esok dalam pertemuan pertama SALMAN DSP. Raniw(Koorwat DSP)..."
kira-kira begitulah jarkoman dari kak Rani Wijayanti (FIK 2009). Kok kak Rani tau ya kalo aku suka warna hijau? *abaikan*
kututup 'inbox' message handphoneku, lalu aku alihkan ke 'create a new message'
"Assalamu'alaykum Fat, besok bareng yuk ke pertemuan DSP" ketikku dengan isi sms to-the-point tanpa basa-basi.
"Wa'alaykumussalam, ayuuuuk" balas Fatika dengan isi ala kadarnya.

Keesokan harinya, bada ashar, seperti biasa, masih dengan suasana sejuk di MUI. Berbeda ketika SALMAN disibukkan dengan TOSS, kali ini SALMAN yang datang menuju sekret SALAM di lantai 2 hanya beberapa saja bahkan tak sampai melebihi jumlah jari-jari di tangan kananku.
Aku dan Fatika berjalan menuju sekret SALAM dengan agak ragu, apakah pertemuan kali ini dibatalkan seperti rencana pertemuan sebelumnya.
Akhirnya bertemu juga dengan kak Raniw. Fatika bertegur sapa dengan kak Raniw lebih dulu. oh, ternyata Fatika sudah kenal lebih dulu dengan kak Raniw. Akhirnya aku berkenalan dengan kak Raniw. Wajahnya tak asing, aku sering melihat kak Raniw ketika menghadiri beberapa acara yang diadakan oleh SALAM, dan baru hari ini Allah memperkenalkan kami. Entah mengapa, jika melihat kak Raniw seperti melihat kak Maya. Senyum mereka yang sumringah, menjadi ciri khas.

Tak lama datang seorang akhwat bernama Anisa (psikologi 2011), ternyata ia juga magang di DSP.
"oh iya kakak punya donat untuk kalian.." kak Rani tiba-tiba nyeletuk sesudah kami saling berkenalan.
kak Rani mengeluarkan toples cantik berbentuk kue tart. Wah, kreatif sekali kak Rani, menyulap toples polos dengan kain flanel menjadi mirip kue tart yang lucu. ketika kak Rani membuka tart itu, di dalamnya banyak donat beraneka motif yang terbuat dari kain flanel juga. waaahhh unik dan lucu :D terima kasih kak Rani...
sayang sekali Sherly tak dapat hadir, mungkin donatnya menyusul aja ya Sher...


jejak si SALMAN (jejak 2: meet and greet dan TOSS)

September 2011


Drrttt... drrrttt... drrrttt...
Getar handphone ku, tanda ada pesan masuk. Ternyata jarkoman dari SALAM UI. Info mengenai tanggal-tanggal penting untuk alur SALMAN. Ada Meet and Greet SALMAN, TOS, dan lainnya.

Semangat itu sangat menggebu, walau tak dibayar secara materi bekerja sebagai SALMAN.

"Hai orang-orang mu'min, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu." (Q. S. Muhammad: 7) 

“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan syurga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah, lalu mereka membunuh atau terbunuh. Itu telah menjadi janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al-Qur’an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya selain Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.” (QS At-Taubah : 111)

hmm.. surat Muhammad ayat 7 itu memang menjadi satu energi yang benar-benar membuatku ingin selalu menolong agama Allah. Dan mudah-mudahan menjadi anggota SALMAN merupakan salah satu cara untuk menolong agama Allah. Dengan  balasan yang menggiurkan dari-Nya dalam QS. At-Taubah: 111, siapa yang tak tergoda?
"...Dan siapakah yang lebih menepati janjinya selain Allah?..."

Sehabis praktikum kimia dasar, aku memenuhi panggilan untuk TOSS SALMAN. Aku datang bersama temanku, Desi. Ia satu jurusan denganku, bahkan sekelas. Dengan sedikit ngebut, kubawa skuter matic-ku menuju MUI dari FMIPA dan berharap Desi akan baik-baik saja dibelakangku dengan duduk miring ala ibu-ibu mau kondangan. Tak sampai 10 menit, sampailah di MUI. Aku dan Desi dengan terburu-buru menuju aula selatan MUI, tempat akan diadakannya TOSS. Aku kira kami telat, namun dugaanku meleset. Belum ada SALMAN yang datang. krik krik... Bahkan Putri Sukma Mandiri, peserta ter-ontime pada TOSS sebelumnya pun belum datang.
Waktu berlalu, satu per satu SALMAN berdatangan. Dimulailah TOSS.

Jam menunjukkan pukul 17.45, itu artinya TOSS akan segera berakhir bertepatan dengan adzan magrib. Seperti biasa, pada akhir acara akan diumumkan siapa peserta ter-ontime.
"selamat kepada peserta ter-ontime pada TOSS, Nike Triendah Asih, kimia 2011." ucap pembawa acara TOSS SALMAN dengan sedikit terbata mengucap 'triendah' pada namaku, bahkan mungkin beliau orang kesekian yang agak ribet menyebut 'triendah', entah mengapa -,-

aku diberi kenang-kenangan berupa buku Risalah Manajemen Dakwah Kampus yang disusun oleh Tim Penyusun SPMN FSLDK Nasional (UI dan ITB), dan juga gantungan kunci SALAM UI yang sekarang aku gantung di Al-qur'an pink ku

     (Risalah Manajemen Dakwah Kampus, Al-qur'an, gantungan kunci SALAM, dan gantungan donat dari kak Rani (koorwat DSP))


Alhamdulillah,mungkin ini cara Allah agar aku lebih paham dengan Dakwah Kampus melalui buku itu ^.^ terima kasih SALAM UI.
Mudah-mudahan ini adalah awal pergerakanku di kampus tercinta :)

jejak si SALMAN (jejak 1: open recruitment)

Agustus 2011

"Assalamu'alaykum..."
Terdengar salam yang begitu lembut dari stan yang berada tak jauh dari pintu keluar balairung. Balairung? Ya, di balairung. Hari ini balairung benar-benar penuh dengan maba (mahasiswa baru) 2011. Namanya juga maba, harus ikutin semua alur kamaba (kegiatan mahasiswa baru).
Ku datangi suara salam lembut nan santun dari beberapa kakak-kakak akhwat. Senyum kakak-kakak yang tulus seolah menyihirku untuk mendatangi stan mereka. Benar sekali dugaanku, stan itu adalah stan SALAM UI. Wahhhh... Siapa sih yang tidak kenal SALAM UI? Lembaga Dakwah Kampus yang benar-benar inspiratif! Di tambah menyandang nama UI, semakin memperkuat namanya sebagai LDK yang cerdas dan inspiratif.

"Wa'alaykumussalam..."
Jawabku dan beberapa teman-teman akhwatku yang jua ingin mendaftarkan diri sebagai mujahidah kampus.
Tunggu dulu, yang memberikan salam seperti ku kenal. Wah, ternyata itu kak Maya (fasilkom 2007). Kakak kelasku ketika SD, dan juga rumah kita yang tidak terlalu jauh. Ku balas senyumnya yang membuat kami (para maba) merasa sangat disambut di stan SALAM UI.
Kak Maya memberikan formulir untuk open recruitment SALMAN 14.
Lalu aku bertanya ke kak Maya,

"Kak, saya sudah mendaftarkan diri via sms 2 hari yang lalu. Apa saya harus isi formulir juga?"

"Oh gitu, ga isi lagi ga apa-apa dek. Tapi kalo mau isi juga ga apa-apa." jawab kak Maya

"Saya ga usah isi lagi ya kak.." sahutku

"Iya dek.." balas kak Maya, tak lupa dengan senyum yang tak pernah ketinggalan.

Akhirnya aku tak mengisi formulir SALMAN, tapi aku menunggu teman-temanku yang mengisi formulir. Sudah lumayan lama aku diterima sebagai mahasiswa baru UI 2011. Aku sudah kenal beberapa akhwat-akhwat maba. Seperti Indri dan Desi yang ikut menulis formulir SALMAN. Upssssss, mana Fatika?? Ya, beginilah kalo lagi kamaba, apalagi abis padus. Susah kalo mau janjian ketemuan. Bayangkan aja, beribu-ribu mahasiswa baru dikumpulkan di saung besar bernama balairung. "Palingan Fatika udah daftar via sms..." fikirku. Fatika ini sahabatku dari SMA, tapi di kampus kita beda fakultas.

Senangnyaaa..
Alhamdulillah. Salah satu dari 100 mimpiku yang tertulis dalam karton (tugas OKK) mulai tercoret.
Apa lagi ya skenario Allah untukku?
tunggu jejak si SALMAN ke-2

Kamis, 12 Januari 2012

Surat Cinta untuk Calon Imamku

Assalamu'alaykum akhi.. :)
apa kabar dirimu, akh?
bagaimana dengan iman?
semoga Allah senantiasa menjagamu untukku..

Akhiku yang selalu ku rindukan...
entah seperti apa dirimu, entah ada dimana dirimu
bahkan bayangan dirimu pun tak pernah mampu untuk ku lukiskan
mungkin inilah cara Allah, menyelimuti dirimu dibalik tabir bernama 'misteri'
agar tercipta rasa rindu diantara kita, akh...

Akhiku yang selalu kudambakan...
bukan ketampanan fisik yang kunanti, 
namun ketampanan hati yang meneduhkan jiwamu.
bukan pula kekayaan duniawi yang kuharap darimu,
namun kekayaan ilmu yang mampu membawaku ke syurga bersamamu.

Akhiku...
aku hanya punya satu permintaan untukmu akh...
ya, hanya satu. sebelum kau datang menyapaku.
aku mohon kepadamu akhiku, 
persiapkanlah dirimu dengan baik untuk menjemputku.
teruslah perbaiki dirimu, agar Allah memudahkan kau meminangku.
ah, kau tak perlu khawatir akhiku...
aku pun berusaha untuk selalu mempersiapkan diriku,
memperbaiki diriku, agar memudahkan aku dalam menantimu..

Akhiku...
hampir saja aku lupa akh..
satu pesanku padamu, jagalah pandanganmu untukku.
aku ini akhwat pencemburu, ya aku ini pencemburu.
aku tak ingin ada akhwat lain dihatimu.
aku ingin, kelak jika kita telah bersatu dalam ikatan pernikahan,
akulah wanita paling cantik dihatimu setelah ibumu.
agar setiap satu kesalahanku, tak menjadikan kau membandingkan diriku dengan akhwat yang lain.

tenang saja akhiku...
aku sadar diri.
jika aku meninginkan dirimu yang begitu menjaga dirimu,
aku pun harus melakukan hal yang sama terhadap diriku ini.
jika Allah mengizinkan, tak akan ada cinta sebelum pernikahan.
tak akan ada cinta selain dirimu yang nanti akan melingkarkan cincin di jariku.

Ah, akhi.. 
tak perlu terburu-buru dalam menjemputku.
aku tahu dirimu begitu dibutuhkan untuk menegakkan syari'at di bumi Allah.
aku tahu dirimu adalah mujahid yang mengemban banyak amanah.
maka dari itu, aku tak pernah menekanmu untuk segera menjemputku.
biarkan Allah yang membawamu padaku.

Akhi, sungguh tak terbendung rasa rindu...
bahkan tulisan ini tak mampu melukiskan rindu di kalbu.
teruskanlah perjuanganmu hai mujahid!
berdo'alah selalu untukku..




senyum termanis untukmu,


calon ibu dari anak-anakmu.

Rabu, 11 Januari 2012

Ya Allah....

Ya Allah, baguskan agamaku karena ia menjadi peganganku dalam semua urusan, baguskan duniaku karena disanalah aku hidup, baguskan akhiratku karena disitulah tempat aku kembali. Jadikan hidupku ini sebagai ladang amal kebaikan dan jadikan kematianku (kelak) sebagai tempat istirahat dari semua keburukan. 
(HR. Muslim)

Surat dari Adam untuk Hawa


video ini secara tak sengaja ana dapat dari youtube. semoga bermanfaat. ayo para akhwat, kita koreksi diri ^^

Kamis, 05 Januari 2012

sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan :)

Selasa, 06 Desember 2011

Seperti apapun kita hari ini, ada sebagian karakter kita yg merupakan jejak dari rumah kita yg dulu. Luasnya membentuk cara kita memandang kelapangan. Sempitnya membentuk cara kita menyiasati keterbatasan. Riuhnya membentuk cara kita bertoleransi. Sepinya membentuk cara kita mengatasi kesendirian...
(Merasakan Jejak Diri di Rumah Kita yang Dulu, Tarbawi 258)

Minggu, 04 Desember 2011

istirahatnya nanti aja, di surga!

Rabu, 30 November 2011

inni uhibbuki fillah, ukhti!

“Sesungguhnya di kalangan hamba-hamba Allah itu ada satu golongan, mereka bukan dari golongan para nabi ataupun syuhada’, tetapi para nabi dan syuhada’ mencemburui mereka, tempat mereka di sisi Allah s.w.t. Kata para sahabat, kabarkan kepada kami siapa mereka? Rasulullah S.A.W bersabda: ”Mereka adalah satu kaum yang saling cinta-mencintai karena Allah, bukan ada hubungan saudara-mara di kalangan mereka dan juga bukan karena kepentingan. Demi Allah, di wajah mereka ada cahaya dan mereka di atas cahaya. Ketika manusia takut, mereka tidak takut. Ketika manusia bersedih,mereka tidak bersedih. Dan mereka berkata, sesungguhnya wali-wali Allah tidak takut dan tidak sedih.” ♥
masih teringat disaat kita masih bersama-sama memulai jalan dakwah itu, ukhty..
dibawah atap masjid Al-Muhajirin itu kita mengucapkan janji suci kita, komitmen kita pada Allah agar Allah menguatkan kaki-kaki kita untuk menapaki jalan yang sangat tajam ini.
ukhty, tak perlu kau menanyakan seberapa besar ikatan ukhuwah yang ada diantara kita. oh tidak perlu ukhty.. karena aku pun tak tahu, cukuplah Allah yang tahu, karena sejatinya ukhuwah ini buah dari iman.. 
ukhty, ingatlah selalu,
ada atau tidaknya dirimu, bersama atau tidaknya denganmu,
dakwah ini tetap terlaksanakan, karena dakwah ini Lillah...
ukhty, aku teringat saat terakhir kita bersama duduk dalam lingkaran yang makin lama makin mengecil itu, 
teringat ketika lantunan ayat suci Al-Qur'an dibacakan dari mulutmu yang setiap hari kau basahi dengan kalimatullah..
kau ucapkan kalimat perpisahan kepada kami yang kau tinggalkan..
ah.. ukhty, kau memang super akhwat!
menerima segala Qadarullah walau tak sesuai harapanmu,
ingat ukhty, inilah jalan dakwahmu...
berjuanglah dimanapun kamu berada.
ingat ukhty, kami disini, didalam lingkaran yang kecil ini..
selalu menantimu, selalu merindukanmu, walau kamu tak tahu...
semoga Allah kembali mempertemukan kita disaat kita nanti sudah berubah menjadi wonder akhwat, insyaAllah :)
tebarkanlah kebaikan dimanapun anti berada ukhti,
inni uhibbuki fillah  :))

(ditulis ketika rasa rindu itu sangat menyeruak dalam hati, teruntuk ukhtiku Cut Septya Mauliza yang sedang menapaki jalan dakwah di kota Serambi Mekah...) 

Beginilah dakwah... (KH Rahmat Abdullah)



Memang seperti itulah dakwah. Dakwah adalah cinta. Dan cinta akan meminta semuanya dari dirimu. Sampai pikiranmu. Sampai perhatianmu. Berjalan, duduk, dan tidurmu..
 Bahkan di tengah lelapmu, isi mimpimu pun tentang dakwah. Tentang umat yg kau cintai..
Lagi-lagi memang seperti itu. Dakwah. Menyedot saripati energimu. Sampai tulang belulangmu. Sampai daging terakhir yg menempel di tubuh rentamu. Tubuh yg luluh lantak diseret-seret. Tubuh yang hancur lebur dipaksa berlari..
Seperti itu pula kejadiannya pada rambut Rasulullah. Beliau memang akan tua juga. Tapi kepalanya beruban karena beban berat dari ayat yg diturunkan Allah.
Sebagaimana tubuh mulia Umar bin Abdul Aziz. Dia memimpin hanya sebentar. Tapi kaum muslimin sudah dibuat bingung. Tidak ada lagi orang miskin yg bisa diberi sedekah. Tubuh mulia itu terkoyak-koyak.
Sulit membayangkan sekeras apa sang Khalifah bekerja. Tubuh yang segar bugar itu sampai rontok. Hanya dalam 2 tahun ia sakit parah kemudian meninggal. Toh memang itu yang diharapkannya; mati sebagai jiwa yang tenang.
Dan di etalase akhirat kelak, mungkin tubuh Umar bin Khathab juga terlihat tercabik-cabik. Kepalanya sampai botak. Umar yang perkasa pun akhirnya membawa tongkat ke mana-mana. Kurang heroik? Akhirnya diperjelas dengan salah satu luka paling legendaris sepanjang sejarah; luka ditikamnya seorang Khalifah yang sholih, yang sedang bermesra-mesraan dengan Tuhannya saat sholat.
Dakwah bukannya tidak melelahkan. Bukannya tidak membosankan. Dakwah bukannya tidak menyakitkan. Bahkan juga para pejuang risalah bukannya sepi dari godaan kefuturan.
Tidak… Justru kelelahan. Justru rasa sakit itu selalu bersama mereka sepanjang hidupnya. Setiap hari. Satu kisah heroik, akan segera mereka sambung lagi dengan amalan yang jauh lebih “tragis”.
Justru karena rasa sakit itu selalu mereka rasakan, selalu menemani… justru karena rasa sakit itu selalu mengintai ke mana pun mereka pergi… akhirnya menjadi adaptasi. Kalau iman dan godaan rasa lelah selalu bertempur, pada akhirnya salah satunya harus mengalah. Dan rasa lelah itu sendiri yang akhirnya lelah untuk mencekik iman. Lalu terus berkobar dalam dada.
Begitu pula rasa sakit. Hingga luka tak kau rasa lagi sebagai luka. Hingga “hasrat untuk mengeluh” tidak lagi terlalu menggoda dibandingkan jihad yang begitu cantik.
Begitupun Umar. Saat Rasulullah wafat, ia histeris. Saat Abu Bakar wafat, ia tidak lagi mengamuk. Bukannya tidak cinta pada abu Bakar. Tapi saking seringnya ditinggalkan” , hal itu sudah menjadi kewajaran. Dan menjadi semacam tonik bagi iman..
Karena itu kamu tahu. Pejuang yg heboh ria memamer-mamerkan amalnya adalah anak kemarin sore. Yg takjub pada rasa sakit dan pengorbanannya juga begitu. Karena mereka jarang disakiti di jalan Allah. Karena tidak setiap saat mereka memproduksi karya-karya besar. Maka sekalinya hal itu mereka kerjakan, sekalinya hal itu mereka rasakan, mereka merasa menjadi orang besar. Dan mereka justru jadi lelucon dan target doa para mujahid sejati, “ya Allah, berilah dia petunjuk… sungguh Engkau Maha Pengasih lagi maha Penyayang… “
Maka satu lagi seorang pejuang tubuhnya luluh lantak. Jasadnya dikoyak beban dakwah. Tapi iman di hatinya memancarkan cinta… Mengajak kita untuk terus berlari…
“Teruslah bergerak, hingga kelelahan itu lelah mengikutimu

Teruslah berlari, hingga kebosanan itu bosan mengejarmu

Teruslah berjalan, hingga keletihan itu letih bersamamu

Teruslah bertahan, hingga kefuturan itu futur menyertaimu

Tetaplah berjaga, hingga kelesuan itu lesu menemanimu”

Kamis, 10 November 2011

Amal



Amal adalah sebuah konsekuensi yang wajar dari iman, sebagaimana bunga yang tak kuasa untuk menahan bau harumnya yang menyebar
~Sayyid Quthb

Rabu, 09 November 2011

THE (TRUE) FIRST SCIENTIST

PEMUDA ISLAM ITU CERDAS!
THE TRUE FIRST SCIENTIST
1000 YEARS OF SCIENCE
Ibn al-Haytam (1011-2011)



Pemuda islam memang cerdas! Ya, mungkin itulah yang pantas kita ucapkan untuk Ibn al-Haytam. Siapa sih Ibn al-Haytam itu? Jangan mengaku pemuda islam kalau tidak kenal para pejuang peradaban islam. Ibn al-Haytam yang bernama lengkap Abu Ali Hasan bin Al-Hasan Ibnu Al-Haytam yang merupakan seorang arab Persia yang lahir pada tahun 354H atau 965M di kota Basra (sebuah kota yang terletak di Irak) adalah seorang penemu, seorang pelopor dalam banyak bidang sains. Mulai dari bidang optik, matematika, fisika, geometri, anatomi, astronomi (ilmu falak), psikologi, teknik (engineering), dan ophthalmologi (ilmu pengobatan mata). SubhanAllah…
               



Ibnu haytam berlatar belakang pendidikan bidang teologi islam, yang fokus mempelajari nilai-nilai penting dalam peradaban islam. Karena kecintaannya dengan menuntut ilmu, Ibnu Haytam juga banyak belajar dan menyalin buku-buku yang berkaitan dengan matematika dan astronomi. Salah satu buku yang pernah ditulisnya adalah Finding the Direction of Qibla by Calculation yang membahas tentang penentuan arah kiblat sesuai perhitungan secara metematis.
                Tak kalah hebatnya, Ibnu Haytam juga sangat pintar dalam bidang optik. Ia yang pertama kali menciptakan konsep dasar cara kerja kamera lewat kamera obscuranya. Dan, berkat kecerdasan dan terikat hatinya dengan Al-Qur’an, ia terinspirasi oleh salah satu ayat dalam surat An-Nur:

“Allah  cahaya  langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca  kaca itu seakan-akan bintang  seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkahnya,  pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur  dan tidak pula di sebelah barat , yang minyaknya  hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya , Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu”. (An-Nur 35)



Al-Qur’an memang sebuah petunjuk bagi orang-orang yang berfikir. Ibnu Haytam mengaplikasikan surat An-Nur ayat 35 tersebut sebagai dasar konsep dari kamera obscura buatannya.




Pada abad ke-16, ia dan Kamaludin Al-Farisi membuat lubang kecil dalam sebuah kamar gelap untuk mengamati gerhana matahari. Dalam konsep kamera obscura itu, Ibnu Haytam mengungkapkan jika cahaya lurus dari sebuah lubang kecil masuk ke dalam ruangan gelap; maka bayangan tersebut akan menjadi proyeksi terbalik dari dari objek yang terdapat dimuka lubang. 
Sebagai penghormatan atas jasa Ibnu Haytam, Sabtu, 29 Oktober 2011 bertempat di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, Scientia Experia bekerjasama dengan Musholla ‘Izzatul Islam FMIPA UI mempersembahkan CELEBRATING 1000 YEARS OF SCIENCE, The Year of Ibn al-Haytam (1011-2011 C.E)

Di bagian awal acara, pada pembukaan,  Muhammad Ishaq, kandidat doktor ITB (Institut Teknologi Bandung), peneliti, sekaligus dosen Fisika UNIKOM Bandung lulusan ITB, mempaparkan Napak Tilas Ibn al-Haytam dalam Menerjemahkan Sains. Pada sesi ini dijelaskan bagaimana Ibn al-Haytam menciptakan teori, bereksperimen, dan meneliti mengenai kamera obscuranya.
Acara selanjutnya dilanjutkan dengan menghadiri seorang pembicara, penulis buku “Ayat-ayat Semesta” beliau adalah ahli fisika lulusan universitas Hiroshima dan dosen ITS, Agus Purwanto. Tema pembahasannya adalah mengenai  “Sains kini dan Nanti: Peluang Besar bagi Ilmuwan Muslim Abad ini”. Beliau juga membahas mengenai kendala-kendala yang mungkin akan ditemui oleh para pejuang peradaban (scientis) abad ini.
2011 merupakan tahun yang GREAT untuk kita selangkah lebih maju! Ayo cetak goresan tinta emas kejayaan dalam peradaban islam. Ibnu Haytam bisa, kita juga bisa insyaAllah. Hamasah para pejuang peradaban! ^_^