November 2011
DSP! I'm Ready!
Proyek pertama untuk SALMAN adalah CAMAR (Cahaya Muharram). Merupakan acara untuk penyambutan tahun baru Hijriah. CAMAR kali ini berupa longmarch yang diadakan di sepanjang Jl. Sudirman - Bundaran HI.
"SubhanAllah... ini acara besar, nik!" ucapku pada diri sendiri.
Bismillah... semoga berjalan lancar
Syuro demi syuro pun dilaksanakan, alhamdulillah Allah memberikan kelancaran meskipun ada beberapa agenda acara yang diubah, tak apa mungkin Allah belum berkehendak.
Ku awali pergerakanku bersama Fatika untuk menyebar poster ke setiap halte di kampus UI-depok. Poster CAMAR yang telah kami beri double-tip, kak titin (kimia 2010) dan kak Dy fi (biologi 2008) pun ikut membantu memberi double-tip. Terima kasih kak Titin dan kak Dyfi :)
Meskipun hujan rintik-rintik yang menggoda kami untuk memanjakan diri, namun karena si 'amanah' memang sudah 'merengek' untuk segera kami laksanakan, kita pun menerjang gerimis serta jalanan kampus yang becek.
"gerimis sedikit insyaAllah tak akan membuat sakit kok, intanshurullaha yanshurkum" ucapku dalam hati.
Terima kasih Fatika yang ikut ujan-ujanan :D
Ternyata niat baik memang tidak selamanya di sambut baik oleh orang lain. Sehari setelah poster ditempel, ada beberapa poster di halte dan departemen yang hilang entah kemana. Mencoba tetap khusnudzon, mungkin posternya tertiup angin hingga terbang melalang buana entah kemana. Hidup memang keras!
Oh, no problem! Penuansaan dan publikasi banyak medianya, bung! Ada facebook dan twitter yang siap menuansakan CAMAR. Ya, kami para panitia sangat optimis, apalagi kak Nunu (biologi 2008) sebagai koorwat yang ga pernah capek jarkomin kami dan kak Rani yang mengkoordinasi anak-anak SMA dan LDK se-Jabodetabek untuk turut serta dalam CAMAR.
Semangat mereka membuat satu energi untuk kami.
Rupanya perjuangan kami tidak hanya sampai disini. Seminggu sebelum hari H, tepatnya tanggal 20 November 2011, kami meluncur ke Senayan untuk nge-danus mencari tambahan biaya untuk CAMAR. Alhamdulillah, hasilnya tak begitu mengecewakan. Hari itu pun diakhiri dengan hujan yang lumayan menyejukkan raga kami, setelah berpeluh berjualan gorengan dan makanan ringan berkeliling Gelora Bung Karno.
Dan, tanggal 27 November 2011 pun datang.
Selamat tahun baru 1 Muharram 1433H. Tahun baru semangat baru.
Begitu pula semangat para panitia yang tak pernah lelah. Kita berkumpul di halte MUI, dan sudah ada 2 buah metromini yang sedang dipanaskan dan ada 2 orang supir dan 2 orang kondektur yang sedang ngobrol-ngobrol di dekat metromini. Sebelum berangkat,para panitia berkumpul di lapangan parkir MUI untuk berdoa sebelum berangkat. Doa kami pun berakhir dengan kata "Aamiin..."
Kira-kira pukul 06:30 kami berangkat menuju Jl.Sudirman. Metromini ikhwan jalan lebih dahulu, lalu metromini akhwat menyusul dibelakang. Para akhwat tampak berpegangan erat, ya taulah kalo metromini jalan kayak apa :D
bak diatas roller coaster :p
Kira-kira 1 jam kemudian kami sampai di lokasi. ternyata sudah banyak peserta yang berkumpul disana. ada komunitas sepeda onthel, ada anak-anak SMA, dan ada juga LDK dari beberapa kampus di Jabodetabek. Cuaca yang cukup cerah dan tidak terlalu panas rupanya membuat kami makin bersemangat. Dengan mengumandangkan takbir dan lagu-lagu bertemakan Muharram, kala itu bundaran HI bak lautan yang dipenuhi para mujahid dan mujahidah. Indahnya...
Tak terasa, waktu cepat berlalu. Sebelum zuhur, kami sudah harus mengakhiri CAMAR. Tujuan untuk mensyiarkan dan memperingatkan tahun baru islam telah terlaksana. Ratusan pin Muharram pun telah habis disebarluaskan. Panitia pun dapat tersenyum dan pulang dengan hati gembira...
Alhamdulillah... misi terselesaikan...
Special thanks to Allah SWT and Rasulullah saw.
Thanks to :
kak Rani (koorwat DSP), kak Nunu (Koorwat camar), kak Maya, kak farid, Alif (P.O CAMAR), Fatika (publikasi), Fathan (publikasi), Sherly (dokumentasi), Anisa (bendahara), Eva, Desi, Wina, kak Rahmadani, kak Titin, kak Dyfi, dan semua kakak-kakak dan teman-teman yang ikut membantu ^_^
"Bila kita tidak memfokuskan energi pada pekerjaan besar, ia akan dihabiskan untuk mengurusi perkara remeh dan tercela."
(Solikhin Abu 'Izzudin dalam bukunya The Way To Win)
