Kamis, 14 Februari 2013

Gerakan Menutup Aurat

Saidatina Aisyah RA pernah berpesan,"Sebaik-baik wanita adalah yang tidak memandang dan dipandang."
Jangan kau merasa bangga dengan kecantikanmu sehingga kau dikejar sejuta lelaki, itu bukan kemuliaan bagimu...
Jika kau merasa bangga, kau menyamakan dirimu dengan pasir dipantai, yang boleh dipijak dan dimiliki siapa saja...
Muliakanlah dirimu dengan taqwa setanding mutiara yang hanya mampu dimiliki penghuni syurga.
 
Kupersembahkan untuk saudariku, muslimah diseluruh dunia. :)
Apa yang kau bayangkan tentang hijab?
kain yang digunakan sebagai penutup kepala?
kain yang digunakan untuk menahan kepala dari panas?
bukan kawan, hijab lebih dari itu!
maka, saya akan berbagi tentang hebatnya hijab
dalam hal ini, hijab yang saya maksud adalah jilbab
hijab (baca: jilbab) adalah kewajiban bagi setiap muslimah dimanapun ia berada.
saat musim panas, dingin, di eropa, di afrika, di seluruh penjuru dunia jilbab tetaplah kewajiban
siapa yang perintahkan? tentu saja Yang Maha Menciptakan kita, Allah Subhanahu wata'ala
sungguh, Allah sangat menyayangi wanita-wanita muslimah dengan memperhatikannya lebih.
hingga firman-Nya pun mengatur aturan hijab untuk wanita muslimah.
akankah kita abaikan rasa sayang yang teramat dalam dari Allah untuk kita?
dimana rasa syukur kita yang telah dispesialkan oleh Allah?
saya ingin bercerita awal mula saya beranikan diri berhijab
ketika di SMA, saya memiliki teman-teman yang baik hati.
mereka sudah menjalankan kewajibannya berhijab,
hanya saya yang belum berhijab, pada saat itu saya malu kalau jalan bareng mereka.
serasa ga kompak sendiri hehe :D
hingga pada akhirnya, teman-teman saya itu punya misi buat menghijabkan saya.
mulai dari pertanyaan-pertanyaan dan kalimat-kalimat mengajakku untuk berhijab.
pada saat itu saya hanya jawab, "insyaAllah nanti kalau udah siap."
selalu saya jawab seperti itu.
temanku selalu mengajakku untuk menggunakan jilbab
sampai ada salah seorang sahabat membuat hati saya tersentak dan merasa ingin nangis sekencang-kencangnya ketika ia ungkapkan apa alasannya berjilbab,
"Jilbab itu kewajiban. menurut gue, bahkan lebih dari sebuah kewajiban. jilbab itu identitas kita sebagai muslimah. coba bayangin misalkan nanti kita lagi berpergian, trus tiba-tiba kita sakaratul maut ditengah jalan dan ga ada satu orangpun yang kenal sama kita. siapa yang bakal bantu kita ngucap kalimat syahadat? dengan identitas itulah orang lain akan tau kalo kita seorang muslimah. jadi mereka ga sungkan buat bantu kita ngucap kalimat syahadat."
dan, hati saya sangat tersentuh mendengar penuturan teman sebangku saya ini ketika kelas X.
jujur, itu kalimat pertama dari Silmi Aulia yang begitu menyentuh :')
sampai pada akhirnya, saya beberapa kali bermimpi bertemu 2 orang wanita cantik menggunakan jilbab tersenyum kepadaku. mereka tidak berkata apa-apa, sambil menggandeng tanganku. aku cuma bisa senyum.
mereka cantik, bersih,berpakaian putih-putih.
lalu kuberanikan diri menggunakan jilbab, walau banyak orang yang bilang, "Yang penting benerin hatinya dulu, baru penampilan."
tapi menurutku, hati yang benar adalah yang siap menjalankan kewajiban dan perintah dari-Nya. justru, dengan hijabku ini aku semakin termotivasi untuk terus memperbaiki diri dan hati. setidaknya jika ingin melakukan larangan-Nya, hijab ini seperti ingin bicara, "Hei, ingat! kamu punya tanggung jawab atas diriku yang melekat pada tubuhmu!"
perlahan-lahan ku berusaha sempurnakan hijabku,
tidak ngetat, tidak tipis, menutupi dada, tidak ber-make-up tebal,menutupi seluruh aurat, agar ku tak diganggu sebagaimana firman-Nya dan hadits Rasulullah saw.,
Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Al-Ahzab: 59) 

 “Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita…” (An-Nur:31)
 “…Ada dua golongan manusia yang menjadi penghuni neraka, yang sebelumnya aku tak pernah menduga. Yakni sekelompok orang yang memiliki cambuk seperti ekor sapi yang digunakan untuk menyakiti umat manusia. Dan wanita yang berpakaian namun telanjang (berpakaian tipis/transparan/ketat), berlenggang lenggok dan berlagak, kepalanya (dihias) seperti punuk onta. Mereka tidak dapat masuk surga dan tidak mencium baunya. Padahal bau surga dapat tercium dari jarak perjalanan demikian dan demikian (relatif jauh)”  
(HR. Muslim no. 3971 dan no. 5098 dari Abu Hurairah ra)
 “Sesungguhnya Asma binti Abu Bakar masuk ke rumah Nabi SAW dengan menggunakan pakaian yang tipis, maka Rasulullah berpaling daripadanya dan berkata : ‘Hai Asma, sesungguhnya jika seorang wanita telah menginjak dewasa (haid), maka tak boleh terlihat dari tubuhnya kecuali ini dan ini, sambil beliau menunjuk muka dan telapak tangannya”.  
(HR. Abu Dawud, Hadits Hasan Lighairihi[3], mempunyai saksi yang dikeluarkan oleh Al Baihaqi dari jalan Ibnu Lahi’ah dari ‘Iyadl bin Abdillah[4])
sekarang, hijab adalah bagian dari hidupku yang harus aku pertahankan.
semoga Allah senantiasa memberiku kemudahan untuk istiqomah menjalankan kewajiban-Nya
semoga...

Bukan aku merasa paling baik, lalu kau buruk. namun, kita bersama-sama memperbaiki diri untuk menggapai Ridho Illahi.
- Gerakan Menutup Aurat, 14022013 -

Jumat, 08 Februari 2013

Semuanya akan baik-baik saja

"Amanah itu kehendak Allah, rencana Allah atas kehidupanmu

Percayalah, ada Rencana Terbaik yang sudah Allah persiapkan
Sikapilah dengan ikhtiar terbaik yang kamu lakukan,
Serta pertanggungjawaban terbaik yang bisa kamu persiapkan.
Sekali lagi, ini bukan tentang kamu dan mereka, ini tentang kamu dan Dia.

Dan melangkahlah dengan percaya, bahwa bersama-Nya semua akan baik-baik saja.

Rabu, 06 Februari 2013

Ghurobaa'

Orang asing itu bukanlah mereka yang terpisah dari negeri mereka dan mengucapkan selamat tinggal. Tapi orang-orang asing itu adalah mereka yang tetap serius dikala manusia di sekeliling asyik bermain-main. dan tetap terjaga ketika manusia di sekeliling asyik tidur dengan lenanya. dan tetap mengikuti jalan lurus dikala manusia dalam kesesatan tanpa arah. dan betapa benarnya sebuah syair ketika ia berkata kepadaku seorang sahabat, "aku melihatmu sebagai orang asing, diantara banyak orang ini engkau tanpa teman." Maka aku berkata, "sekali-kali tidak! bahkan orang banyak itulah yang asing, sedang aku berada di kehidupan dan inilah jalanku, inilah orang asing itu. Asing disisi mereka yang hidup sia-sia diantara manusia, tetapi disisi Rabb-nya mereka berada di tempat yang mulia."."

“Islam began as something strange, and it shall return to being something strange, so give glad tidings to the strangers.” – Prophet Muhammad (peace be upon him)

غرباء و لغير الله لا نحني الجباه

Ghurabaa’ wa li ghairillaahi laa nahnil jibaa
Ghurabaa’ do not bow the foreheads to anyone besides Allah

غرباء و ارتضيناها شعارا في الحياة

Ghurabaa’ war tadhainaa haa shi’aaran lil hayaa
Ghurabaa’ have chosen this to be the motto of life

ان تسال عنا فإنا لا نبالي بالطغاة

Inta sal ‘anna fa inna laa nubaali bit-tughaat
If you ask about us, then we do not care about the tyrants

نحن جند الله دوما دربنا درب الاباة

Nahnu jundullaahi dawman darbunaa darbul-ubaa
We are the regular soldiers of Allah, our path is a reserved path

غرباء غرباء غرباء غرباء

Strangers! Strangers! Strangers!

لا نبالي بالقيود بل سنمضي للخلود

Lan nubaali bil quyuud, bal sanamdhii lil khulood
We never care about the chains, rather we’ll continue forever

فلنجاهد و نناضل و نقاتل من جديد

Fal nujaahid wa nunaadhil wa nuqaatil min jadeed
So let us make Jihad, and battle, and fight from the start

غرباء هكذا الاحرار في دنيا العبيد

Ghurabaa’ hakazhal ahraaru fii dunya-al ‘abeed
Ghurabaa’ this is how they are free in the enslaved world

غرباء غرباء غرباء غرباء

Strangers! Strangers! Strangers!

كم تذاكرنا زمانا يوم كنا سعداء

Kam tazhaakkarnaa zamaanan yawma kunna su’adaa`
How many times when we remembered a time when we were happy

بكتاب الله نتلوه صباحا و مساء

Bi kitaabillaahi natloohu sabaahan wa masaa`
In the book of Allah, we recite in the morning and the evening

غرباء غرباء غرباء غرباء غرباء

Strangers! Strangers! Strangers!

و لغير الله لا نحني الجباه

Ghurabaa’ wa li ghairillaahi laa nahnil jibaa
Ghurabaa’ do not bow the foreheads to anyone besides Allah

غرباء و ارتضيناها شعارا للحياة

Ghurabaa’ war tadhainaa haa shi’aaran lil hayaa
Ghurabaa’ have chosen this to be the motto of life

Selasa, 05 Februari 2013

Kepada ia yang belum kutahu


Kepada dia yang belum kutahu ia siapa
dalam heningnya malam,
kumenyapa dalam doa
bertanya pada Tuhan ditengah malam kelam.
kunang-kunang temani doa yang tak pernah alpa.
berharap Tuhan membalas pertanyaan yang bersemayam

Kepada dia yang belum kutahu ia dimana
habis sudah rakaat-rakaat malam ini,
menyapamu dalam jarak yang tak tahu sepanjang apa
melantun seirama nada-nada ayat suci
menitikkan air mata menanti dirimu, hai panorama cinta

Kepada dia yang belum kutahu ia seperti apa
berkaca pada cermin yang memantulkan merah saga
kulihat ia seakan berbicara
bahwa ia adalah seperti siapa yang berkaca
memantulkan warna dari ruh-ruh dalam jiwa

Kepada dia yang belum kutahu...
terselip doa untukmu selalu
dengan nama, tanpa rupa
namun ku yakin pasti datangnya
dan aku berharap sama
bahwa kau pun titipkan doa-doa,
dengan namaku padanya.

Kamis, 31 Januari 2013

Amanah

(disalin dari halaman terakhir Buku Saku Peserta PPSDMS NF)


 
Amanah Itu

Sejatinya amanah itu,
Bukan karena kamu mampu
Bukan pula karena mereka merasa kamu mampu

Bukan karena kamu tahu kapasitasmu
Bukan pula karena mereka tahu kapasitasmu

Dan jangan sampai pula karena kemauanmu

Amanah itu kehendak Allah, rencana Allah atas kehidupanmu

Bahkan sekiranya semua orang di sekitarmu berhimpun untuk menjauhkanmu dari amanah itu, jika Allah tahu itu yang terbaik bagimu, maka Ia berikan amanah itu kepadamu.

Bahkan sekiranya semua orang di sekitarmu bersepakat menyatakan bahwa kamu tak mampu, jika Allah tahu amanah itu jalan terbaik untuk meningkatkan kapasitas dirimu, maka Ia berikan amanah itu kepadamu

Bahkan sekiranya semua orang di sekitarmu berupaya maksimal agar seseorang yang bukan dirimu yang mengemban amanah itu, jika Allah ingin Mendidikmu dengan amanah itu, maka Ia berikan amanah itu kepadamu

Bahkan sekiranya seluruh aibmu seketika memenuhi fikiranmu dan membuatmu berhenti melangkah karena ragu, jika Allah tahu amanah itu akan membuatmu menjadi hamba yang semakin baik dan semakin dekat dengan-Nya, maka amanah itu akan Ia berikan kepadamu.

Percayalah, ada Rencana Terbaik yang sudah Allah persiapkan
Sikapilah dengan ikhtiar terbaik yang kamu lakukan,
Serta pertanggungjawaban terbaik yang bisa kamu persiapkan.
Sekali lagi, ini bukan tentang kamu dan mereka, ini tentang kamu dan Dia.

Dan melangkahlah dengan percaya, bahwa bersama-Nya semua akan baik-baik saja.

Selasa, 29 Januari 2013

Inspirasi tak bertepi...

Kasih ibu kepada beta tak terhingga sepanjang masa
hanya memberi tak harap kembali
bagai sang surya menyinari dunia

Kita sudah sangat sering mendengar lagu itu sejak kita duduk di bangku Sekolah Dasar, dan bisa jadi kita sudah hafal dengan lagu itu. tapi, sudahkah kita menghayati lagu tersebut? atau kita hanya menyanyikan liriknya tanpa ada 'ruh' yang ikut andil dalam kita menyanyikannya?
kali ini saya bukan ingin menggambarkan sosok seorang wanita penuh cinta yang ada di hidupku. beliau adalah mama yang telah mengandung dan melahirkanku dengan susah payah.. :')

dengan rasa cinta yang teramat dalam dan air mata yang tak mampu lagi kubendung,
kubuat tulisan ini untuk seorang mama yang hebat dan tangguh sedunia
.:. ------------------------------------------------- .:.

teringat masa kecilku...

kau tak pernah membelikanku boneka barbie,
mainan-mainan mahal,
hanya majalah Bobo kesayangan yang kau belikan.
saat itu aku marah, kesal!
tidak punya mainan hebat seperti teman-teman yang lain

kau jarang sekali membelikanku pakaian mewah,
jepitan warna-warni,
hanya mukena putih bersih dengan hiasan lucu yang kau berikan
saat itu aku merasa ketinggalan zaman,
tidak modis!

kau jarang sekali memberikanku uang,
disaat teman-teman sebayaku asyik jajan dengan uang yang diberikan mamanya
hanya nasi putih dan ayam goreng kesukaanku yang kau berikan hampir setiap hari untuk bekalku ke sekolah,
hanya ketika ku dapat ranking kau berikanku uang seratus ribu
saat itu aku sedih, kau pelit sekali

kau sering sekali memarahiku ketika ku malas belajar
tak bisa membaca, ku dimarahi
tak bisa menulis, ku dimarahi
tak mendengarkan guru ku dimarahi
ah, mama jahat sekali!

kau sering sekali memarahiku ketika ku malas sholat dan mengaji
ku dipaksa untuk ikut TPA
ku dipaksa untuk berpuasa
kau imingi-imingi aku dengan donat kesukaanku jika aku menurut padamu,
atau dengan ayam goreng kesukaanku hampir disetiap akhir pekan

mengapa kau tak seperti mamanya temanku?
yang selalu membelikan boneka barbie dan mainan mahal, bukan majalah Bobo
yang membelikan anaknya pakaian mewah, bukan mukena lucu
yang memberikan uang jajan lebih untuk dibawa ke sekolah, bukan bekal ayam goreng
yang tidak pernah memarahi jika anaknya malas belajar
yang tidak pernah memaksa untuk sholat dan baca Al-Qur'an

mama, kini aku sudah beranjak dewasa...
perlahan, ku mulai mengerti semuanya
bahwa kaulah mama terhebat dan tertangguh sedunia
kau ajarkan aku untuk membuka jendela dunia dengan membaca majalah Bobo maka dari itu aku bisa membaca dan mendapat pengetahuan umum
kau ajarkan aku untuk tidak berpenampilan bermewah-mewah dengan baju-baju mahal maka dari itu aku bisa belajar untuk berhemat
kau ajarkan aku untuk tidak jajan sembarangan maka dari itu aku jarang sekali sakit karena jajanan tak sehat
kau ajarkan aku untuk tidak malas belajar maka aku pun punya motivasi untuk berprestasi
kau ajarkan aku untuk tidak melupakan Allah maka aku pun juga senantiasa mengingatmu dan mencintaimu selamanya karena Allah.

mama...
masih banyak inspirasi tak bertepi itu...
hanya saja diri ini tak lagi mampu menuliskan semuanya,
air mata ini tak mampu lagi ku bendung karena hati ini yang telah mengharu-biru

tak ada satu pun kebaikanku padamu,

yang mampu membalas semua kehebatan dan ketangguhanmu
hanya Dia Yang Maha Hebat dan Maha Tangguh yang dapat membalas kebaikanmu,

~~
ya Allah, jagalah mamaku...
jagalah, kasihilah dan sayangilah mamaku,
seperti beliau menjaga, mengasihi dan menyayangi aku..
di waktu kecil hingga detik ini.
 

Minggu, 27 Januari 2013

Ukhuwah islamiyah

Maukah kau kuberi tahu?
tentang sesuatu yang tak pernah terkikis oleh waktu,
tak pudar oleh warnanya zaman,
tak kenal batas antar bangsa, bahasa dan budaya?

ia adalah ukhuwah islamiyah.

ketika kubaca firman-Nya, “sungguh tiap mukmin bersaudara”
aku merasa, kadang ukhuwah tak perlu di risaukan
tak perlu, karena ia hanyalah akibat dari iman
.
aku ingat pertemuan pertama kita
dalam dua detik, dua detik saja
aku telah merasakan perkenalan, bahkan kesepakatan
itulah ruh-ruh kita yang saling sapa, berpeluk mesra
dengan iman yang menyala, mereka telah mufakat
meski lisan belum saling sebut nama, dan tangan belum berjabat
.
ya, kubaca lagi firman-Nya, “Sungguh tiap mukmin bersaudara”
aku makin tahu, persaudaraan tak perlu dirisaukan
karena saat ikatan melemah, saat keakraban kita merapuh
saat salam terasa menyakitkan, saat kebersamaan serasa siksaan
saat pemberian bagai bara api, saat kebaikan justru melukai
.
aku tahu, yang rombeng bukan ukhuwah kita
hanya iman-iman kita yang sedang sakit, atau mengerdil
mungkin dua – duanya, mungkin kau saja
tentulah terlebih sering, imankulah yang compang – camping
.
kubaca firman persaudaraan
dan aku makin tahu, mengapa di kala lain diancamkan;
‘para kekasih pada hari itu, sebagian menjadi musuh sebagian yang lain…
kecuali orang – orang yang bertaqwa”
(Salim A. Fillah, dalam buku “Dalam Dekapan UKHUWAH”)

Jejak Satu: Berdamai dengan Masa Lalu


Bukan karena aku mampu, tapi karena aku mau. Maka, Allah-lah yang akan mampukan aku :)
dan sekarang aku katakan: "Ya, aku mau!"

Selasa, 11 Desember 2012

Jalan dengan Mata Tertutup

  Minggu pagi itu suasana Kampung Gamping tampak ramai. Di tengah keramaian Iqbal, Malik, dan Luthfia sedang berkeliling kampung. Mereka berolahraga setelah sholat subuh seperti biasa. Karena itu daya tahan tubuh mereka sangat bagus layaknya seorang ksatria.
                Setelah berkeliling kampung mereka berkumpul di halaman rumah mereka. Kakak mereka, bang Adam segera menyambut mereka dengan hangat. Disuguhkannya makanan dan minuman kepada adik-adiknya yang duduk beristirahat.

“Alhamdulillah. Ayo diminum dan dimakan kuenya!” ujar bang Adam yang duduk bersila di rerumputan.

“Terima kasih, bang.” Jawab mereka.

“Kalian tau gak, apa yang bisa membuat makanan apa aja terasa nikmat?” Tanya bang Adam.

“Tidak tahu, bang.”

“Rasa lapar. Hehehee..”

Iqbal, Malik, dan Luthia ikut tersenyum mendengar guyonan bang Adam. Emak Imah yang sedang menyapu pun ikut tersenyum. Begitulah suasana keluarga Emak Imah yang penuh kehangatan.
                Setelah selesai beristirahat, bang Adam hendak membuat games hikmah kepada adik-adiknya. Ini adalah agenda rutin setiap minggu pagi yang mereka lakukan untuk melepas rindu ditengah kesibukan bang Adam yang merupakan seorang aktifis.

“Baiklah, sekarang Iqbal, Malik, dan Luthfia berdiri!” ujar bang Adam.

Kemudian bang Adam menutup mata mereka dengan kain tebal yang membuat mereka tidak bisa melihat. Namun, penutup mata Malik berlubang sedikit, sedangkan mata Iqbal dan Luthfia tertutup rapat. Lalu kepada Iqbal diberikan sebuah tongkat kayu.

“Permainan kali ini adalah lomba berjalan dengan mata tertutup. Sekarang kita pergi ke tanah lapang. Sebelumnya, abang akan tuntun kalian sampai tanah lapang.”

“okeey!” sahut mereka dengan penuh semangat.

Setelah sampai tanah lapang, bang Adam menjelaskan peraturan lomba.
“Di hadapan kalian ada tanah lapang yang ada gundukan tanah pada setiap beberapa langkah. Juga ada kubangan berisi air yang harus dilompati. Siapa yang cepat sampai tanpa melakukan kesalahan, maka dialah pemenangnya, dan abang akan merekam perjalanan kalian dengan video handphone supaya kalian tau nanti siapa yang menang.  Jelas?” ujar bang Adam.

“Jelas, bang.”

Perlombaan pun dimulai. Mereka berjalan dengan hati-hati, mereka beberapa kali menghentikan langkahnya karena takut terjatuh. Malik yang tutup matanya berlubang sedikit agak terbantu untuk melihat jalan yang ditempuh. Akan tetapi, ia pun berjalan sangat pelan karena keterbatasannya dalam melihat jalanan. Tidak jarang ia harus menghentikan langkahnya untuk memastikan bahwa jalan dihadapannya aman-aman saja. Juga untuk mengetahui kapan ia melangkah agak panjang saat melewati gundukan tanah dan kapan ia melompati lubang.
Iqbal juga merasa terbantu dengan tongkat kayu yang ada ditangannya meskipun kedua matanya tertutup rapat. Dengan tongkat itu ia bisa mendeteksi keberadaan gundukan tanah dan lubang sebelum ia melangkah. Ia tetap berjalan dengan sangat lambat dan berjalan dibelakang tongkatnya untuk meminimalisir kesalahan langkah.
Sementara itu, kondisi Luthfia lebih parah dari Iqbal dan Malik. Karena ia tidak punya alat bantuan apapun dan matanya tertutup rapat. Ia hanya mengandalkan nalurinya saja, dan mengandalkan kenekatan dengan resiko yang besar namun memiliki keyakinan yang kuat. Akibatnya, ia sering terjatuh karena gundukan tanah atau terpeleset ke lubang. Dan jalannya pun melenceng dari jalur.
Sebagaimana yang sudah diprediksikan, bahwa pemenangnya adalah Malik yang tutup matanya berlubang sedikit. Pemenang kedua adalah Iqbal yang mendapat bantuan tongkat. Sedangkan Luthfia, mendapatkan posisi terakhir. Kemudian, mereka kembali berkumpul di depan halaman rumah dan membuka penutup mata mereka.

“Gimana rasanya?” Tanya bang Adam

“ah, curang. Masa aku doang yang ga dapet alat bantu, bang? Kan jadi kotor semua baju ini, entar emak marah deh.” keluh Luthfia, Malik dan Iqbal pun tertawa.

“sebentar dong, liat dulu nih tadi aksi kalian!” ujar bang Adam dengan sedikit tertawa dan menunjukkan hasil rekaman video aksi perjalanan tadi.

“haha.. kasian banget kamu Luthfia, sampai jatuh-jatuh gitu.” canda Malik.

“haha..” tawa Iqbal

“Sekarang, abang akan jelasin hikmah dibalik lomba tadi. Tentang tingkah laku kalian dalam perlombaan tadi, siapa yang tahu hikmah di baliknya?” Tanya bang Adam.

Ketiga adiknya diam, tidak ada yang menjawab.

“Oke, abang akan jelaskan...
Malik melambangkan orang yang memiliki keyakinan dan sedikit ilmu lalu hendak menempuh sebuah perjalanan penuh rintangan. Karena minimnya ilmu itu, Malik melangkah sangat hati-hati. Dia tidak akan melangkah sebelum tahu ilmunya yang dengan ilmu itu ia memutuskan kapan melompat dan kapan melangkah serta kapan diam.
Iqbal melambangkan orang yang memiliki keyakinan dan tidak memiliki ilmu. Namun, ia memiliki pembimbing yaitu tongkatnya yang melambangkan seorang guru. Meski tidak punya ilmu, ia punya pembimbing yang akan selalu berjalan didepannya dan memberikan petunjuk.
Luthfia melambangkan orang yang hanya memiliki keyakinan tapi tidak punya ilmu dan pembimbing. Hanya dengan keyakinan dan kenekatan, ia berjalan cepat tanpa peduli. Akibatnya ia jatuh bangun karenanya, ia malah menyimpang dari jalan yang lurus.”

Ketiga adik bang Adam terdiam sejenak sambil menganggukkan kepala tanda mengerti.

“nah, sekarang abang mau adik-adik abang menjadi orang yang rajin menuntut ilmu. Dan ketika menuntut ilmu harus ada pembibingnya. Karena kita muridnya guru, bukan muridnya buku. Abang mau kalian nanti menjadi orang-orang berguna untuk siapapun yang ada disekitar kalian.”

Lalu bang Adam memeluk ketiga adiknya dengan rasa penuh sayang.

“terima kasih bang Adam, abang memang kakak paling hebat sedunia buat kami.” Ucap Luthfia sambil mengelap air mata yang menetes dari matanya.

“ih Luthfia cengeng, mandi sana, bau tanah tuh!” ledek bang Adam

“hahahahha..” tawa Iqbal dan Malik.

#terinspirasi dari buku "Bujang dan Putri Malaka" karya Harlis Kurniawan, dengan banyak perubahan tanpa mengurangi hikmahnya.
Semoga bermanfaat~

Rabu, 28 November 2012

Autumnleaves #3: sky! sky! sky!

gravitasi tidak pernah menghambatku untuk meraih mimpi di langit. aku berlari dengan usaha, lalu melompat dengan do’a

Rahim seorang perempuan dipersiapkan untuk melahirkan generasi-generasi terbaik, maka makanlah makanan yang halal dan thoyib.
~Alm. Ustadzah Yoyoh Yusroh

Selasa, 27 November 2012

Nasihat Umar bin Khathtab

“Barangsiapa meninggalkan ucapan yang tidak perlu, maka dia akan diberi hikmah”

“Barangsiapa meninggalkan penglihatan yang tidak perlu, maka dia akan diberi kekhusyu’an dalam hati”

“Barangsiapa meninggalkan makan yang berlebihan, maka dia diberi kenikmatan beribadah”

“Barangsiapa meninggalkan tertawa yang berlebihan, maka dia akan diberi kewibawaan”

“Barangsiapa meninggalkan humor, maka dia akan diberi kehormatan”

“Barangsiapa meninggalkan cinta duniawi, maka dia akan diberi kecintaan kepada akhirat”

“Barangsiapa meninggalkan perhatiannya kepada aib orang lain, maka dia akan diberi kemampuan untuk memperbaiki aibnya sendiri”

“Barangsiapa meninggalkan penelitian tentang bagaimana wujud Allah, maka dia akan terhindar dari nifaq”

“Saya benci melihat orang yang punya waktu luang tanpa diisi dengan kegiatan ukhrawi, tak pula dengan kegiatan duniawi”

Rabu, 31 Oktober 2012

#skip

Kimia Bahan Berbahaya adalah bahan kimia yang sifatnya berbahaya
-____-‘

Selasa, 30 Oktober 2012

Autumnleaves #3: radiate

jika sebuah kebaikan bisa dimulai dari ‘saya’, bukan hal yang mustahil kebaikan itu akan menyebar kemanapun dan kesiapapun yang ‘saya’ mau. intinya, mulailah kebaikan dari ‘saya’.
kata ‘saya’ bisa diartikan untuk pribadi kita masing-masing. #tebarkebaikan #menorehjejak

Minggu, 28 Oktober 2012

Sabtu, 27 Oktober 2012

#NtMS (Note to My Self)

Orang Arab mengatakan, “Bagi lelaki yang ingin menikah, hendaklah ia TIDAK memilih tipe wanita: annanah, hannanah, dan mannanah.
  1. Annanah adalah wanita yang banyak menggerutu dan berkeluh kesah, setiap saat dan setiap waktu, dengan atau tanpa sebab.
  2. Hannanah adalah wanita yang banyak menuntut kepada suaminya, ia tidak ridha apabila diberi sedikit. Ia suka membandingkan suaminya dengan lelaki lain.
  3. Mannanah adalah wanita yang suka mengungkit-ungkit apa yang dilakukannya terhadap suaminya. Misal dengan mengatakan, “Aku telah lakukan ini dan itu karena kamu….”

rajut kembali persatuan #sumpahpemuda

KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGAKOE BERTOEMPAH DARAH JANG SATOE, TANAH AIR INDONESIA
KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA, MENGAKOE BERBANGSA JANG SATOE, BANGSA INDONESIA
KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGJOENJOENG BAHASA PERSATOEAN, BAHASA INDONESIA
~ Djakarta, 28 Oktober 1928

#IdulAdha

Apa ya tips Nabi Ibrahim? Dari Siti Sarah menghasilkan keturunan Nabi Ishaq. Garis keturunanya Nabi Ya’qub hingga Nabi Isa a.s. Dari Siti Hajar menghasilkan keturunan Nabi Isma’il. Garis keturunannya hingga ke Rasulullah, Muhammad SAW. Semuanya adalah orang-orang bertangan mulia. Jawabannya: keteguhan hati kepada Allah dan banyak berdoa kepada Allah. Nabi Ibrahim adalah nabi yang paling banyak berdoa kepada Allah.
 Khotbah Ustadz Habiburrahman El Shirazy di Sholat Idul Adha (Masjid UI, Jumat 26 Oktober 2012)

Rabu, 24 Oktober 2012

begitu pun aku, rindu...


Aku rindu zaman ketika halaqoh adalah keperluan,
bukan sekedar sambilan apalagi hiburan …


Aku rindu zaman ketika mambina adalah kewajiban
bukan pilihan apalagi beban dan paksaan …


Aku rindu zaman ketika dauroh menjadi kebiasaan,
bukan sekedar pelangkap pengisi program yang dipaksakan …

Aku rindu zaman ketika tsiqoh menjadi kekuatan,
bukan keraguan apalagi kecurigaan …

Aku rindu zaman ketika tarbiyah adalah pengorbanan,
bukan tuntutan, hujatan dan obyekan….

Aku rindu zaman ketika nasihat menjadi kesenangan
bukan su’udzon atau menjatuhkan …

Aku rindu zaman ketika kita semua
memberikan segalanya untuk da’wah ini …

Aku Rindu zaman ketika nasyid ghuroba
manjadi lagu kebangsaan…

Aku rindu zaman ketika hadir liqo adalah kerinduan
dan terlambat adalah kelalaian …

Aku rindu zaman ketika malam gerimis
pergi ke puncak mengisi dauroh
dengan uang yang cukup2
dan peta tak jelas …

Aku rindu zaman ketika seorang ikhwah
benar-benar berjalan kaki 2 jam
di malam buta sepulang tabligh da’wah di desa sebelah …

Aku rindu zaman ketika pergi liqo
selalu membawa infaq, alat tulis, buku catatan
dan qur’an terjemah ditambah sedikit hafalan …

Aku rindu zaman ketika binaan menangis
karena tak bisa hadir di liqo …

Aku rindu zaman ketika tengah malam pintu diketuk
untuk mendapat berita kumpul di subuh harinya …

Aku rindu zaman ketika seorang ikhwah
berangkat liqo dengan wang belanja esok hari untuk keluarganya …

Aku rindu zaman ketika seorang murobbi
sakit dan harus dirawat,
para binaan patungan mengumpulkan dana apa adanya …

Aku rindu zaman itu …

Ya Rabb …
Jangan Kau buang kenikmatan berda’wah dari hati-hati kami …

Ya Rabb …
Berikanlah kami keistiqomahan di jalan da’wah ini …

-Sang Murobbi, Alm.Ust.Rahmat Abdullah-

Jumat, 19 Oktober 2012

Autumn Dream #satu: MIPA (Mau Jadi Apa?)

apa yang pertama kali kalian fikirkan ketika mendengar fakultas yang satu itu? tidak sedikit yang menilai (maaf) suram, ga jelas, dan banyak sekali yang bertanya: "Mau jadi apa?"
setiap orang memiliki tujuan hidup yang berbeda, mengartikan sesuatu dengan cara pandang berbeda. menurut saya, tidak ada salahnya kita belajar di MIPA. belajar bisa dimana saja, yang penting do your best.

atau pernah dengar ada yang bilang: "hello, di dunia nyata nanti kamu bakalan ditanyain pengaplikasian ilmu, jadi saya lebih milih ke fakultas teknik ataupun kedokteran yang memang sudah pasti bakalan 'jadi'."
hmm. whatever. because everyone has a different view. personally, saya senang belajar, karena itu masuk MIPA. dan, saya teringat my mother's quote:

"terlalu rendah apabila kamu menuntut ilmu cuma berorientasikan pekerjaan. kamu belajar untuk mencerdaskan otak kamu, melatih pola pikir kamu yang nantinya dibutuhkan bangsa untuk menyelesaikan segala macam permasalahan." 
~Mama, dengan sedikit revisi


hal lain mengapa saya masuk MIPA adalah saya bisa menjadi apapun :) ya, jadi apapun. tidak terkotakkan. saya bisa menjadi dokter, saya bisa menjadi ahli reparasi atau tukang listrik, bahkan menjadi seorang guru untuk keluarga saya kelak, karena di MIPA semua dipelajari ilmunya. ya, hanya saja saya tidak akan mendapat gelar dokter, sarjana teknik, atau sarjana pendidikan. tapi menurut saya, gelar itu tidak begitu penting (walau tidak munafik sebuah gelar bisa menjadikan kita 'seseorang') karena yang saya inginkan adalah pengaplikasiannya di kehidupan nyata yang kelak berguna untuk diri sendiri, orang disekitar, dan untuk Indonesia.


well, sekarang saya sedang mencoba menuliskan mimpi-mimpi :')
"mimpi itu gratis! jangan takut untuk bermimpi!"
setelah lulus dari UI, insyaAllah (harus bisa) melanjutkan kuliah ke Japan! the country with the best technological advances.
as you know, Jepang itu sangat pesat kemajuannya dibidang teknologi.
hmm sedikit bocoran ya dari saya. saya ini pengen banget jadi pengusaha. saya mau memperkaya diri. wait, jangan mengerutkan dahi dulu.
cerita sedikit ya.. awalnya saya pengen banget jadi seorang guru. orangtua saya pun menganjurkan saya buat jadi PNS. kata orang-orang jadi PNS itu enak. punya gaji tetap, trus pas pensiun dapet uang. iya sih, enak.
tapi jangan harap jadi orang kaya kalo jadi PNS! PNS itu sarananya pejuang yang mau mengabdi pada bangsa. berhubung saya mau mengabdi untuk semua orang ga cuma bangsa ini so, saya  mau jadi pengusaha.
saya ingin memperkaya diri saya terlebih dahulu, baru saya akan lebih mudah membantu sesama. apalagi saya seorang perempuan yang nantinya akan menjadi ibu dan istri. saya tidak mau punya pekerjaan yang terlalu ambil alih diluar rumah. saya mau mengabdi untuk keluarga, tapi tidak ketinggalan untuk terus berkarya. saya rasa, pengusaha adalah pekerjaan yang tepat.
 nah, usaha yang mau saya jalankan tentu saja memakai ilmu kimia yang sekarang sedang saya pelajari. usaha yang saya jalankan tersebut menggunakan ilmu kimia, yaitu inovasi teknik modern di bidang kuliner. kurang lebih seperti nata de coco, tapi saya mau yang berbeda dan sampai saat ini masih dalam proses pemikiran hehe :p



itu sedikit dari banyak mimpi yang saya sedang coba untuk memvisualisasikannya. semoga tercapai.
mumpung mimpi itu gratis! :) hihi